Helaan napas keluar dari mulut Kaluna ketika ia berjalan di koridor kelasnya dan mendapati Nigra dan Vanie di sana. Hari ini lagi-lagi Nigra tidak menjemputnya dan tidak mengabari sama sekali.
Untungnya Kaluna tidak menunggu Nigra dan berangkat sendiri, kalau tidak dapat di pastikan ia akan terlambat.
Tangan Nigra dan Vanie saling mengengam dan di mata Kaluna itu terlihat sangat erat. Dalam hati Kaluna ia meringis.
Nigra belum tahu penyebab kemarahannya dan cowok itu belum sekali pun meminta maaf.
Setelah malam di mana Kaluna mengunci diri di kamarnya dan tidak ingin menemui Nigra, Nigra tidak sekali pun bertanya lagi alasan kenapa ia marah.
Jujur saja ada ketidakrelaan pada hati Kaluna sewaktu Nigra bersama Vanie terlebih Nigra mengingkari ucapannya yang tidak akan mengabaikannya tapi ternyata malah sebaliknya. Nigra bahkan terkesan melupakannya. Atau ini cuman perasaannya saja?
Tapi sepertinya rasa sakit hati yang Kaluna rasakan tidak lebih sakit dari sakit hati yang dimiliki Pangeran Cleon. Jika Nigra hanya mengingkari ucapannya lebih kejam lagi Putri Lusila yang mengingkari sumpah pernikahannya dengan Pangeran Cleon.
Dan Putri Lusila itu dirinya. Dulu. Dalam cerita Krisan ini ia harus menanggung hukuman akibat Putri Lusila.
Sangat tidak adil. Namun, semua ada di tangan penulis.
Jika bisa Kaluna ingin berteriak pada penulis bahwa cintanya pada Nigra sangat tulus, seperti halnya cinta Nigra padanya.
Kaluna tidak butuh hukuman untuk mencintai dan dicintai orang bukan?
Sayangnya, semua yang berkaitan dengan cinta itu sangat rumit!
Dulu dalam dunia nyata Kaluna harus teguh karena sedari kecil belum pernah namanya perasaan cinta. Bahkan Mama mengabaikannya.
Lalu di dalam dunia fiksi ini ia malah memerankan tokoh Sajana yang ia kira awalnya sebuah keberuntungan sebab bisa mendapatkan cinta yang tulus. Namun, semua itu hanya fiksi. Kebahagiaannya hanya sementara.
Kebahagiaan dalam novel adalah fiksi dan mengais-ngais kebahagiaan di dalamnya maka yang dia dapatkan hanya ilusi.
Bahkan setelah cerita Krisan tamat ia tidak tahu lagi bagaimana nasibnya. Ia sudah mengakhiri hidupnya.
Dan seberapa sakit hatinya sekarang entah mengapa Kaluna memilih mempertahankan Nigra. Dia masih berat mengakhiri hubungannya dengan Nigra. Mungkin akan lebih baik jika ia melewati hukuman dari sang penulis dan menikmati rasa sakitnya.
Lagi pula rasa sakitnya akan terus ada bukan? Kaluna masih ingat dari awal ia memerankan Sajana ia harus di hantui ingatan-ingatan menyakitkan yang asalnya dari novel Chemistry.
Kemudian sekarang siap tidak siap Kaluna harus merasakan rasa sakit secara langsung. Kemungkinan juga ia harus siap antara menyakiti atau disakiti.
Kaki Kaluna berhenti melangkah ketika Nigra mengetahui keberadaannya. Padahal hari ini ia berpikir untuk menghindari Nigra lagi.
Kaluna berbalik dan pergi dari koridor kelasnya. Semoga, Nigra tidak mengejarnya.
"Sajana!"
Sayangnya, harapan Kaluna tidak terwujud dengan mudah.
🌼🌼🌼
"Aku ada salah sama kamu, Jana? Kalau ada tolong bilang biar aku bisa memperbaikinya. Kalau kamu menghindar bagaimana bisa aku tahu akan kesalahanku?"
Kaluna meremas ujung rok seragamnya. Dia berusaha menahan amarahnya. Awalnya ia kira ia bisa menghadapi Nigra dengan mudah nyatanya tidak. Perasaannya malah campur aduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sequel (Selesai) ✓
Fantasy"Cintailah orang sewajarnya. Jangan sampai cinta mengendalikan diri kamu sepenuhnya. Kamu harus bisa memberikan ruang tersendiri antara perasaan dan logika ketika sedang jatuh cinta." Start: 16 Januari 2022 Finish: 09 Agustus 2022 *** Credit cover b...
