Part 5

246 33 4
                                        

Sakura seperti Medan magnet baginya. Seberapa besar otaknya meminta menolak untuk mendekati Sakura tapi hatinya selalu berkata lain.

"Aku tidak melihatmu disini." Taehyung berusaha mencari akal untuk mengelak perkataan Sakura.

Sakura melirik kearah Taehyung yang sedang melihat kearah lain. Dia ingin sekali mencekik leher pria itu. Namun dengan sepatu flat seperti ini Sakura butuh berjinjit untuk mencekik lehernya.

"Apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin mencekikku."

Sakura tersontak. Bagaimana bisa pria ini tahu apa yang ada didalan pikirannya.

"Suaramu membuat kepalaku sakit."

Taehyung mencibir. "Jangan terlalu membenciku, suatu saat kau bisa menyukaiku."

Mata Sakura semakin melebar. "Kau perlu penanganan psikolog."

Sepertinya memang iya, Taehyung memang butuh bantuan psikolog.

Dari arah jauh Chaewon melihat aura jahat disekitar Sakura dan Taehyung. Perperang diantara mereka terjadi kembali.

Chaewon menyenggol Eunchae yang sedang mengunyah kue sambil berkata "Tarik Sakura unnie kemari jika kita semua tidak ingin melihat acara pesta ini rusak karena kelakuan mereka berdua."

Mata Eunchae langsung beralih dari kue kearah Sakura dan Taehyung. "Gawat." Seru Eunchae. "Mereka berdua harus berjauhan." Eunchae langsung berjalan kearah Sakura dan menarik lengan gadis itu.

"Unnie, kami membutuhkanmu." Seru Eunchae. Entah apa yang akan terjadi jika Eunchae tidak memisahkan kedua insan itu.

Bukan hal yang aneh lagi jika Sakura dan Taehyung sering beradu pendapat. Salah. Bukan hanya beradu pendapat, tapi beradu segalanya. Bahkan hal yang sepelepun mereka perdebatkan. Sejak kapan hal ini terjadipun tidak ada yang bisa mengingatnya.

Taehyung melihat Eunchae menarik Sakura. Dia sedikit lega dan kesal. Lega karena mereka berdua tidak perlu berdebat lagi dan kesal karena tidak ada Sakura disampingnya. Entah mengapa Taehyung merasa sedikit kesepian terutama jika Sakura ada disekitar namun gadis cantik itu sama sekali tidak memperhatikan dirinya. Mungkin bisa dikatakan Taehyung terlalu menjaga image dirinya. Selama ini semua gadis berbondong-bondong dan kali ini dia yang harus mendekati bseorang gadis.

Bukannya Taehyung tidak pernah mendekati seorang gadis. Dulu sewaktu di bangku sekolah dia pernah mendekati seorang gadis. Dan cintanya ditolak oleh gadis tersebut. Sedikit menyakitkan memang, namun Taehyung tidak sampai patah hati yang berkepanjangan. Jika Taehyung menyatakan cinta pada gadis itu ketika dia sudah menuai kesuksesan seperti ini mungkin jalan ceritanya akan menjadi lain. Gadis itu pasti menerima pernyataan cinta seorang Kim Taehyung yang terkenal dari seorang grup boyband terkenal di dunia.

Tentu saja hal ini berbeda jauh jika gadis itu adalah Sakura. Dia sedikit tidak percaya diri. Coba tebak pria mana yang tidak menyukai seorang Miyawaki Sakura. Mungkin para wanita juga menyukai dirinya. Sakura di juluki sebagai "Japan Princess". Semua media Jepang selalu mengelu-elukan gadis itu. Menjadi imajinasi bagi pria dan wanita. Entah yang panjang maupun sudah memiliki pasangan. Siapa yang tahu.

Taehyung mengela nafas. Sebenernya dia hanya tidak terlalu percaya diri untuk mendekati Sakura yang berimbas dengan mengeluarkan kata sarkas pada gadis itu.

"Hyung. Kau melamun." Sapa Mingyu.

"Oh, tidak." Taehyung membuyarkan lamunannya.

"Tapi kau melamun." Mingyu tertawa lembut. Pria itu sangat ramah kepada siapapun. Hal ini yang membuat banyak orang menyukai dirinya.

"Aku hanya mengistirahatkan pikiranku." Taehyung asal jawab.

Mingyu hanya menganggu tidak mengerti.

Mata Mingyu fokus kepada Sakura yang sedang tertawa bersama rekan grupnya. Dalam hati pria itu berkata jika gadisnya itu sangat cantik Sekali. Tanpa disadari Taehyung melihat apa yang sedang dilihat oleh Mingyu.

"Kau terlihat sangat akrab dengan Sakura."

Mingyu langsung terdiam mendengar perkataan Taehyung. "Kau tahu aku akrab dengan siapapun." Mingyu berbohong.

"Kau menyukai Sakura?"

"Hyung, kau tau kami hanya berteman."

"Seorang teman bisa menjadi seorang kekasih bukan?"

Mingyu menelan ludah.

"Aku pikir kau tahu jika aku menyukai Sakura."

Dang. Kalimat itu membuat Mingyu semakin tidak berkutik. Mingyu menatap Sakura dengan wajah kosong dari jauh.

"Ya Hyung."

"Kita berteman juga sudah lama dan kurasa dibandingkan dengan yang lain kau lebih bisa melihat diriku ketika aku menyukai seorang gadis."

"Maksud Hyung apa?"

"Tidak ada maksud apapun. Aku hanya tidak ingin sakit hati. Hanya itu."

Bukan Mingyu tidak tahu jika Taehyung juga menyukai Sakura. Mungkin sebelum yang lain tahu bahwa Taehyung menyukai Sakura. Dirinya sudah tahu jika Taehyung menyukai Sakura. Dia merasa bersalah ketika Taehyung mengatakan hal itu tapi dia juga tidak bisa berbohong. Pada hatinya sendiri jika dia menyukai Sakura. Untung saja Sakura meminta merahasiakan sementara hubungan mereka, jika tidak Mingyu harus mencari alasan untuk menjelaskannya pada Taehyung. Walau pada akhirnya nanti dia juga harus menjelaskan hal ini pada Taehyung. Sebelum hubungan mereka diketahui publik.

"Hei, apa kau menyukai Sakura juga?" Tanya Taehyung.

"Semua orang menyukai dirinya."

"Bukan itu. Kau memiliki perasaan padanya?"

"Mengapa kau berbicara hal ini?"

"Jawab saja jika kau memang tertarik padanya."

"Aku tidak ingin menjawabnya."

"Jawab saja."

Mingyu tertawa. Pria itu berusaha menyimpan perasaannya. "Hyung, aku tidak mungkin menyukai gadis yang kau sukai."

"Bagaimana jika kau menyukainya. Apa kau akan memberikannya padaku?"

Mingyu sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan ini. Jika dia menjawab pertanyaan itu, dia takut akan kehilangan Sakura terlebih lagi pertemanan yang terjalin antara dirinya dan Taehyung akan putus. Tapi hidup selalu ada pilihan bukan.

"Hyung, dia bukan benda."

"Ya, aku tahu. Aku hanya bertanya. Kau tidak perlu menjawabnya jika tidak ingin."

Mingyu sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan itu karena dia takut pilihannya akan melukai seseorang. Jika ditanya dia pasti akan memilih Sakura. Masa bodo dengan persahabatan atau apapu pikir Mingyu. Sakura lebih pantas ia pertahankan untuk dirinya. Dia juga sudah siap di asingkan oleh teman-temannya.

****

HUSH!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang