Chapter 015
About Time : When The Truth Finally Revealed
.
.
.
Now the time has come, she would find the truth that has been revealed. He promised her to tell everything, whether happy or sad memories about them. He let her know it all, even though he knows she may decide to leave him. After all the bad things he had done to her, he know she wouldn't forgive him easily and he has been prepared for the worst.
.
.
.
"Hyung, apakah Jieun Noona menanyakan tentang Park Bogum padamu?"
"Tidak. Kenapa?"
"Tadi dia menelponku dan menanyakan kejadian lalu dengan Park Bogum. Aku tidak tahu bagaimana Jieun Noona dapat mengetahui tentang kejadian itu dan juga masalah wartawan yang mengambil gambar keduanya. Aku terpaksa mengatakan segalanya, maafkan aku."
"Tidak apa, pada akhirnya Jieun akan mengetahuinya. Terima kasih telah memberitahuku."
Seusai panggilan singkat yang didapatnya dari Jimin, Yoongi bergeming. Batinnya bertanya-tanya alasan atas kejadian yang menjadi topik pembahasan yang dibicarakan Jimin.
Ia lantas kembali meraih ponselnya, menghubungkan dengan seseorang di sana yang mungkin bisa menjawab pertanyaan di pikirannya.
.
"Jieun Noona sempat bertemu dengan Park Bogum saat aku sedang berada di kamar mandi. Kurasa dari pertemuan itu, memicu sedikit ingatannya." penjelasan itu diberikan oleh Jungkook yang menjadi lawan bicara Yoongi di seberang telepon.
"Apa ada hal buruk yang terjadi?" tanya Yoongi segera. Kendati suaranya masih terdengar datar, tapi ketahuilah jantungnya berdegup begitu keras saat pemikiran buruk itu terlayang di pikirannya. Ia tidak bisa tidak merasa cemas ketika nama pria yang pernah nyaris membuat hubungan pernikahannya retak itu tersebut dan lebih lagi, pria itu telah bertemu dengan Jieun.
"Tidak. Mereka hanya berbincang sedikit dan Noona bilang pria itu hanya meminta maaf terkait masalah lalu." balasan itu sedikit meredam kecemasan dalam dirinya. Ia mengangguk pelan dalam usahanya yang dilakukan untuk menenangkan dirinya sendiri. Batinnya berseru jika segalanya baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Pada menit berikutnya, Yoongi kembali berbicara pada sambungan telepon yang terhubung dengan Jungkook.
"Tidak ada hal lain?"
"Tidak ada."
"Hm...Terima kasih Jungkook-ah." dan telepon itu ditutupnya setelah ujaran balasan dari sang lawan bicara terdengar di ujung sana.
Yoongi hanya menatap lurus pada jalanan yang ada di hadapannya. Ia masih berada di pinggir jalan, tepat di samping minimarket. Tempat yang sama yang menjadi pemberhentian mendadaknya saat Jimin memberitahu informasi yang membuatnya begitu terkejut. Informasi terkait percakapannya bersama Jieun di telepon, yang membahas mengenai satu pria yang tadi disebutkan Jungkook.
Bukan tanpa alasan jika dia bertanya pada Jungkook terkait hal yang terjadi saat pria tersebut mengantar Jieun ke rumah sakit. Alasan atas informasi yang diberikan Jimin membuat rasa penasarannya menguak dan nyatanya setelah ia mendengar pembenaran yang dijelaskan Jungkook tentang keterkaitan pada sikap Jieun yang menjadi tertarik pada hal tentang kejadian yang lebih dari 1 tahun itu, membuatnya khawatir untuk beberapa alasan.
Keputusan itu begitu berat kendati dia telah memutuskan dengan bulat untuk membiarkan segalanya mengalir. Namun dia tidak dapat berbohong tentang rasa takut akan kemungkinan terburuk yang tetap tidak dapat diabaikannya begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay
FanfictionJieun yang tengah meregang nyawa di malam kelulusannya, menemukan dirinya terbangun sebagai wanita dewasa berusia 27 tahun yang telah menikah dengan Min Yoongi, seorang pria berandal berwajah rupawan yang terkenal akan sifat dinginnya saat masa seko...
