5.0 His First Love : Her

1.6K 224 49
                                        

Chapter 5.0
His First Love : Her

.
.
.

He never tell anyone. Told a lie when any start asking who. Truth to be told, he remember it. The day when he saw her for the first time. He who never fell in love once before, has been fell for the sweet girl that have sweet smile and warm gesture. That was her, Lee Jieun.

.
.
.

Jika orang bertanya tentang cinta, ia dapat menjawabnya dengan mudah. Hanya dengan menjelaskan bagaimana perasaannya terhadap 1 wanita yang memiliki tempat spesial dihatinya. Bagaimana ia terjatuh pada seorang wanita untuk pertama kalinya dan terus masuk kedalam jurang yang lebih dalam tanpa mempedulikan akan perasaan yang hanya memiliki satu sisi. Perasaan mendebarkan juga menyakitkan hanya untuk seorang wanita.

Jika ada yang bertanya bagaimanakah ia pertama kali jatuh cinta, mungkin Yoongi akan berkelit berkata jika ia sedikit melupakannya dengan dalih jika itu telah lampau namun sesungguhnya jika ia harus jujur, dia sama sekali tidak melupakan bahkan mengingat setiap detail yang terjadi dimana untuk pertama kalinya dia merasakan perasaan berdebar yang begitu nyata dan bagaimana hatinya begitu sakit hanya dengan melihat sosok manis tersebut.

.

Kala itu Seoul masih berada pada pertengahan musim dingin di akhir bulan desember. Hari itu adalah hari jumat, hari terakhir baginya mengikuti ujian akhir kenaikan kelas dan ia seharusnya dapat pulang lebih awal karena hanya 2 mata pelajaran yang dijadwalkan pada hari itu, namun kejadian sial menimpanya, dimana satu kawanan berjumlah 5 orang mengepungnya saat ia melewati gang sempit yang biasa ia lewati menuju halte bus terdekat. Sebutlah beberapa dari mereka merupakan orang yang kalah beradu hantam dengannya dan menaruh dendam padanya.

Sejujurnya dia membenci ini, dimana ia harus berkelahi melawan kumpulan orang payah yang nyatanya terlalu pengecut untuk menghadapinya sendirian hingga memutuskan untuk membawa teman-temannya. Bukan bermaksud menyombong, tapi alasan awal yang membuatnya berani terlibat oleh mereka yang justru membuatnya marah. Mereka adalah kawanan preman yang selalu menodong murid lemah dan ia yang memiliki kebencian tersendiri terhadap penindasan membuatnya tidak bisa acuh ketika melihat kejadian itu terjadi di depan matanya.

Tepatnya pukul 5 sore, 2 jam dari yang biasanya, dia baru turun dari bis yang berhenti di dekat perumahannya. Berjalan tertatih menyusuri kompleks rumahnya, ia tidak mempedulikan pada keadaannya yang begitu kacau dengan baju kusut dan noda yang mengotori beberapa bagian baju berikut luka memar pada sudut bibir dan luka sobek di batang hidungnya. Ia terlalu lelah setelah berkelahi tadi dan jumlah mereka terlalu banyak untuk dia lawan seorang diri dan poin lainnya mereka membawa senjata.

Dia memutuskan berhenti di taman komplek rumah ketika mendapati tempat itu telah kosong dan menempati salah satu bangku panjang yang ada, untuk beristirahat sejenak melepas lelah sekaligus menghindari ibunya yang pastinya akan mempertanyakan keadaannya. Ia berencana pulang sedikit lebih larut agar dia dapat menyelinap ke kamarnya diam-diam tanpa harus berpapasan dengan orang tuanya.

Dia tidak tahu seberapa lamanya dia tertidur, yang ia tahu ketika sebuah sentuhan di lengannya menyentaknya dari tidur ringannya, ia secara refleks mengangkat lengannya yang menghalangi pandangan dan membuka mata hanya demi melihat wajah cantik yang kini tampak menatapnya terkejut dan serta merta menegapkan tubuhnya dan menunduk penuh malu.

"Maaf jika aku mengganggu, tapi kau akan sakit jika tidur disini."

"Apa pedulimu?"

"Aku hanya bila...wajahmu...kenapa?"

StayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang