6.0 Place Called Home : Is So Cold

1.3K 194 14
                                    

Chapter 6.0
Place Called Home : Is So Cold

.
.
.

She was wishing for her own future that has nice home with the great family and good hubby. But she not even sure if that will become true. Their marriage not same like other. They don't do love nor give affection to each other.

Put an act, trying imitate like other married couple who do love, when their both giving rule on each other, said that was for their marriage when in the reality, it's the sake of formality only.

.

.
.

Mobil yang dikendarai Yoongi bersamanya masuk melewati pagar hitam yang menjulang tinggi tersebut. Dapat dilihatnya pohon berbunga memenuhi sisi jalan yang dilewati mobil. Rerumputan serta batu kerikil mengisi pada halaman luas yang ada di depan rumah besar yang berpondasikan kayu dengan beberapa tumbuhan yang sengaja ditanam di sisi rumah.

Mobil mereka berhenti pada sisi samping rumah yang kosong yang tampaknya sengaja dibuat untuk memarkirkan mobil. Yoongi yang saat itu berada disisinya hanya melirik sekilas, tampak ragu untuk berucap sebelum akhirnya hanya berkata singkat, "Ayo keluar." Dan membiarkannya mengikutinya keluar mobil untuk masuk kedalam rumah besar yang disebut Yoongi sebagai rumah mereka.

Keduanya tidak mengatakan apapun. Terlalu kaku untuk bersikap biasa setelah keduanya kini resmi pindah ke rumah pribadi mereka setelah selama sebulan mereka diharuskan menginap selama 1 bulan dirumah orang tua Yoongi dikarenakan peraturan adat yang ditetapkan di keluarga Yoongi.

Selama disana mereka menutupi kekakuan pada hubungan mereka dengan bersikap manis dihadapan keluarga Yoongi dan saat ini hanya keduanya tanpa ada orang lain, membuat mereka canggung untuk bersikap selayak biasanya.

"Tidakkah rumah ini terlalu besar untuk kita tinggali?" Ungkap Jieun seraya melihat sekeliling.

"Ini rumah pribadiku. Aku membelinya jauh hari untuk aku tempati setelah menikah." Jieun tentu menyadari kata keluarga yang diimpikan oleh Yoongi sejak lama. Dan entah kenapa ada penyesalan diantara debaran yang di hatinya kala ia mengingat, jika dirinya sudah termasuk bagian dari keluarga yang dimaksudkan Yoongi. Menyesal kala ia teringat alasan pernikahan mereka dan berdebar kala ia mengingat jika statusnya saat ini adalah istri sah dari Yoongi.

Jieun sempat melihat kembali pada sekeliling rumah dan ia nyaris menawarkan bantuan kala melihat Yoongi sibuk memindahkan koper pakaian mereka ke kamar yang ada di lantai atas seorang diri, sebelum pria itu menolak bantuannya dengan beralasan jika koper mereka cukup berat dan dia hanya meminta Jieun membawa beberapa tas kecil yang lebih ringan.

Begitu sampai di kamar utama yang letaknya berdekatan dengan tangga, Jieun lantas tampak melihat-lihat bagaimana kamar tidur mereka yang terlihat lebih luas ketimbang kamar tidur Yoongi di rumah orangtuanya. Dengan meja serta sofa mini yang cukup nyaman untuk diduduki, lalu beberapa rak yang terpajang di sisi sofa. Ruangan itu pula memiliki kamar mandi yang cukup luas dengan bathtub serta ruang shower tersendiri lalu di sebelah kamar mandi ada ruangan lainnya yang dikhususkan Yoongi untuk ruang pakaian mereka.

"Mandilah lebih dulu. Aku akan merapikan pakaian lebih dulu." Ujaran Yoongi memutus kegiatan Jieun yang sibuk menelisik isi kamar mandi. Jieun menurut, mengambil pakaian di dalam kopernya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Beberapa menit kemudian, Jieun keluar selepas menyelesaikan mandinya untuk menemukan pakaian mereka yang telah tersimpan rapi di ruang pakaian. Dengan sisi kanan pakaian miliknya berada dan sisi kiri pakaian milik Yoongi yang mengisi. Namun sekalipun begitu, Jieun tidak melihat keberadaan Yoongi di kamar mereka.

StayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang