Part_3

796 257 125
                                        

Hay guy's balik lagi sama aku hehe
Belakangan ini aku tu nggak mood
Banget mau up, nggak tau sih kenapa
Pokok nya nggak mood banget.
Hari ini aku usahain buat up
Semoga kalian suka yaa.....

Happy Reading guys

*********

Acha bergegas menuju gerbang sekolah.
"Yaahhh Pak kok di tutup sih?" tanya Acha kesal. Pasal nya Pak Asep atau satpam di sekolah nya menutup gerbang sekolah.

"Yahh ... Neng kan bel sekolah udah bunyi," ujar Pak Asep. "Ya nggak salah dong kalo Bapak tutup gerbang nya?"

Acha melihat ke arah dalam sekolah yang sudah sepi
"Yaaa nggak salah sih Pak, tapi kan Acha belum masuk," ujar Acha.

"Ya itu salah Neng Acha kenapa telat?," tanya Pak Asep

"Acha semalem maraton Wattpad kesukaan nya Acha Pak," ujar Acha. "Sampe nggak liat jam ehhh ternyata udah jam 03:00, jadi deh Acha tidur nya cuma sebentar," sambungnya.

"Ayo dong Pak ... bukain gerbangnya. Pak Asep yang Kasep ayolah Pak bantuin Acha napa Pak," ujar nya memohon.

"Nggak bisa Neng, ini udah ketentuan sekolah. Siapa pun yang telat nggak dibolehin masuk," timpal Pak Asep.

"Ayo dong Pak bukain gerbangnya nanti Acha beliin nasi liwet deh di kantin pas jam istirahat," ujar Acha mencoba merayu Pak Asep siapa tau ia berubah pikiran dan membukakan gerbang untuk nya.

"Duh Neng sayangnya, Pak Asep dibawain bekal sama istri Bapak. Jadi nggak perlu deh Neng Acha beliin Bapak nasi liwet nya," ujar Pak Asep dengan nada mengejek.

"Yaahhhh Pak Asep nggak seru ah," kata Acha kesal.

Seorang pria yang turun dari mobil langsung berlari menuju gerbang.

"Lah Pak, kok udah di tutup sih gerbang nya?" tanya pria tersebut ngos-ngosan.

Acha beralih melihat seseorang yang ada di samping nya. "Lo?" ujar Acha kaget. Pantas saja ia tidak asing dengan suara itu ternyata pria tersebut adalah Ray.

Acha membuat nafas nya dengan kasar."Ishh kenapa nih orang sih, masa pagi-pagi gini udah ketemu sama cowok nyebelin sih." batin nya.

Ray menaikan satu alis nya, ada satu ide yang terlintas di kepala nya yang menurutnya itu adalah ide yang bagus. "ikut gue!" perintah Ray sambil menggenggam tangan Acha.

Acha membulatkan mata nya, pasal nya baru kali ini ada seorang pria yang menggenggam tangan nya selain kakak dan Papi nya.

Ray pun menuju belakang sekolah yang terdapat tembok yang sangat tinggi.

Acha melepaskan tangan nya dari Ray.

"Lo ngapain bawa gue kesini? Jangan macem-macem yaa lo," ujar Acha sembari menunjuk Ray dengan jari telunjuk nya.

Ray mengetis telunjuk gadis tersebut. "Aaauuww," ringis Acha. Tidak sakit namun hanya untuk berpura-pura saja, catat hanya berpura-pura.

"Lebay banget sih lo," celekuk Ray.

"Baru gitu doang sakit," gumam Ray.

NEOPOLIST (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang