Part_27

231 44 1
                                        

Layaknya cakrawala dan bentala, kita adalah dua atma yang tak akan pernah diizinkan semesta untuk bersatu bagai arunika

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Layaknya cakrawala dan bentala, kita adalah dua atma yang tak akan pernah diizinkan semesta untuk bersatu bagai arunika.

~Gavin Baskara untuk Senja Arkatama

*
*
*
*
*
*

Ray menepati janjinya untuk mengantar Acha pulang. Selama perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka.

Ketika saat sampai di rumah, gadis itu langsung memeluk Bundanya. Sedangkan Aksa, ia memilih untuk bolos kuliah. Ketika mendengar kabar bahwa Acha di kunci di toilet dan berakhir pingsan, pikirannya kacau seketika.

"Bunda. Acha takut Bun," cicit Acha, isak-an demi isak-an keluar dari mulutnya.

Bagaimana tidak? Gadis itu kini masih trauma akan kejadian tadi.

"Iya sayang, Bunda tau. Wajar kalo kamu takut," ucap Gembira, seraya mengelus rambut panjang anaknya.

Aksara menatap Ray yang berdiri di sampingnya, kemudian berkata, "Ray, gue minta tolong sama lo. Lo tau kalo Acha adek gue satu-satunya. Oleh karna itu, gue minta lo buat jagain dia, gue mau lo 'slalu ada buat dia. Gue mohon sama lo."

"Dengan senang hati gue bakal jagain Acha, Kak. Gue janji sama lo bakal ada buat Acha," ucap Ray, sembari tersenyum.

Toh tidak ada salahnya jika ia mengiyakan permintaan dari Aksa. Ia juga tidak akan keberatan dengan hal itu.

******

Gavin kini sedang menuju kantin, namun tampaknya suasana hatinya saat ini sangat tidak karuan. Terlihat bahwa cowok itu sedang menahan amarah.

Brak

Suara itu berasal dari meja yang di tendang oleh Gavin. Sontak seluruh siswa yang ada di sana terkejut akan hal itu, terutama ke-tiga gadis yang sedang menikmati makanan mereka, yang tiba-tiba saja meja itu di tendang oleh Gavin.

"Oh shit," umpat Grasella, ketika menyadari kuah bakso tumpah tepat di seragamnya.

"Mau lo apa hah!" pekik Hazellia.

Gavin tidak menggubris ucapan dari gadis itu, ia hanya tertarik kepada Grasella. Pemuda itu berjalan mendekati Grasella dan kemudian menjambak rambut gadis tersebut. Sontak mereka yang ada di sana menolong gadis tersebut, namun mereka juga kebingungan bagaimana caranya.

Gavin semakin menarik rambut Grasella, sehingga membuat gadis itu kesakitan dan memohon untuk dilepaskan.

Beberapa saat kemudian Gavin melepaskan tangganya yang menarik rambut gadis itu. Karena ulahnya, rambut Grasella banyak yang rontok.

NEOPOLIST (On Going) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang