" Jinie"
" Ne appa? "
" Mau makan ice cream sebelum kerumah dady mu? " Tanya tuan Lee pada Seokjin.
" Apa appa tidak buru buru? Nanti appa terlambat"
" Tidak apa apa kan appa pemilik perusahaan nya jadi mau appa tudak berangkat pun appa tak akan dipecat bagaimana? "
" Umm baiklah jinie mau"
" Anak pintar" Tuan Lee mengelus kepala Seokjin dengan lembut.
" Aku msih tak percaya kalau ini bukan mimpi rasanya masih seperti mimpi"
" Maaf kan appa ya yang tak pernah memberimu kasih sayang yang mana seharusnya appa berikan padamu sejak lama"
" Gwenchana yang penting kan sekarang appa menyayangi jinie☺"
" Terlalu lama waktu yang appa buang hanya demi membenci mu rasanya appa benar-benar ayah yang buruk untuk mu"
" Jangan berkata begitu appa bagiku kau tetap appa terbaik"
" Kau anak yang baik sekali jinie ah kurasa yeobie mendidik ku dngan baik sekali "
" Huum yeobie hyung menjagaku dengan baik "
" Cha sudah sampai"
" Eoh sudah sampai aku bahkan tidak menyadari nya mungkin karna aku terlalu senang "
" Appa senang kau bahagia"
" Hihi appa benar benar manis ayo turun "
" Bentar ya jangan keluar lebih dulu tunggu okey" Tuan Lee turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Seokjin.
" Silahkan pangeran" Tuan Lee membuka kan pintu mobil itu sambil menyamnut Seokjin seolah dia adalah pangeran.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Anak appa memang tampan sekali" Puji tuan Lee pada Seokjin yang tampak luar biasa tampan dengan fluffy hair nya.
" Kau masih seperti bayi jinie " Tuan Lee mencubit pipi gembul jin yang menurut nya menggemaskan.
" Appa aku bukan bayi lagi😤"
" Kau smaa sekali tak seram malah makin menggemaskan "
" Appa"
" Hahhaha ayo kita beli ice cream nya mau digendong tidak? "
" Aniya jinie sudah besar appa"
" Ayolah tak akan segitu beratnya "
" Jangan mengeluh jika jinie berat ya"
" Aniya tidak akan appa kuat kok"
.
.
.
.
.
Drtt drtt
"Daddy? "
" " 𝚈𝚎𝚘𝚋𝚘𝚜𝚎𝚢𝚘 𝚍𝚊𝚍𝚢"
KAMU SEDANG MEMBACA
LEE
Historia Corta" jangan sedih jinie ah Hyung disini" sangyeob memeluk Seokjin yang menangis. " mereka membenci ku kan Hyung hiks" " jika mereka membencimu maka kau masih memilikiku Hyung ada disini untukmu " " kau satu satunya milikku Hyung jangan tinggalkan aku...
