Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Date: 19 October 2018.
.
"Haechan ....."
"Hm?"
Haechan menoleh pada Jeno yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi datar.
"Pernyataan kamu dua hari lalu." Jeno menunduk menatap sepatu yang dikenakannya.
"Kenapa?" balas Haechan. "Gak perlu jadi pikiran, Jen. Aku bakal nunggu, kapanpun itu, kok."
Jeno menoleh, memandangi Haechan dengan tatapan yang sedikit berekspresi kali ini.
"Aku mau."
Mata Haechan sedikit melebar, tak percaya dengan dua kata yang terucap dari mulut Jeno. Rekan satu grup-nya di NCT, sekaligus seseorang yang dia cintai.
"Kamu .... Serius?" tanya Haechan memastikan.
"Aku gak perlu bilang dua kali," balas Jeno seraya mengalihkan pandangan dari pemuda itu yang sekarang tengah memperlihatkan senyuman bahagia.
Jeno berjengit ketika tubuhnya dipeluk oleh Haechan dengan erat. Dia mendengar pemuda yang sudah menjadi kekasihnya ini berkata lirih. Setiap kata yang mengandung arti tersendiri untuk mereka.
"Tanggal 19 Oktober 2018. Aku akan ingat terus tanggal bahagia ini."
Jeno tidak salah untuk menerima pernyataan cinta dari Lee Haechan dua hari lalu. Karena ia juga memiliki perasaaan yang sama.
Jeno membalas pelukkan Haechan. Sebagai pertanda jika ia juga bahagia.
.
Date, tahun 2022.
. . .
"Sayang, rambut aku warna merah gini, bagus gak, sih?" tanya Haechan pada Jeno yang tengah membaca buku novel. Dia sendiri berbaring di pangkuan pemuda itu. Selagi jinak.
Mereka sedang di dorm Dream. Kebetulan hanya berdua. Jadi, bebas ingin melakukan apa saja tanpa perlu khawatir ada yang melihat kegiatan keduanya.
Anggota lain tengah mampir ke rumah Chenle. Kecuali Mark yang memilih tinggal di unit 127. Serta Sungchan dan Shotaro yang ada pekerjaan di Jepang.
Perlu diingatkan sekali lagi. Haechan dan Jeno memang memiliki hubungan spesial selain sahabat atau rekan kerja. Yaitu; berpacaran. Namun, hubungan keduanya sangat rahasia. Tak ada satu'pun anggota NCT yang tahu. Hanya pihak Agensi, staff, Manager serta keluarga mereka berdua yang mengetahuinya.
Jeno melirik sekilas, lalu sibuk kembali dengan kegiataannya. "Iya." Ia menyahut singkat.
"Ganteng gak?" tanya Haechan.
"Enggak," balas Jeno yang langsung membuat Haechan mendengus.
Pemuda itu mengubah posisinya menjadi menyamping, lalu memeluk pinggang Jeno. Sang submissive mengalihkan antensinya dari buku novel.