Backstreet-16-

12.1K 772 102
                                        

.
.

Jaemin terperanjat ketika ada seseorang yang menarik bajunya dari arah belakang, lalu memberi sebuah pukulan dengan keras di wajah.

Pemuda itu langsung tersungkur ke lantai keramik. Dia meringis kesakitan.

Jeno tampak terkejut melihat Jaemin tiba-tiba saja dipukul oleh seseorang. Ia menoleh untuk melihat siapa orang tersebut.

"Jisung?"

Park Jisung.

Pemuda itu menoleh ke arah Jeno, kemudian mendekat dan membantunya untuk turun dari tempat tidur. Pandangan mata sang maknae NCT terlihat sangat dingin.

"Maksud lo apa mukul gue?" tanya Jaemin seraya bangun.

Jisung tidak langsung menjawab karena dia tengah mengancingkan baju kemeja Jeno yang terbuka. Jeno memperhatikan pemuda itu dengan kedua netra yang terlihat cukup ketakutan.

"Kenapa lo mukul gue?" Jaemin mengulang pertanyaannya karena belum mendapat jawaban.

"Kenapa kelakuan lo kaya binatang?" balas Jisung. Pemuda itu meraih salah satu tangan Jeno, lalu membawa sang Kakak untuk berdiri di belakang tubuhnya.

"Gak usah ikut campur urusan gue," ujar Jaemin dingin.

Jisung tertawa. Jeno menatapnya dari belakang.

"Lo kira gue bego dengan diem aja saat ngelihat Kakak gue mau dilecehin sama lo?" ucap Jisung. "Pikiran lo itu udah gak waras."

Jisung meraih tangan Jeno yang tadi sempat terlepas, kemudian ia segera beranjak membawa sang Kakak pergi dari tempat tersebut meninggalkan Jaemin yang tengah bergeming.

Tak berselang lama terdengar suara benda yang dilempar ke lantai.

"Bajingan!"

.
.

Jeno tersentak, lalu melirik ke kamar. Namun, Jisung terus melangkah tanpa peduli akan suara tersebut. Ia beralih menatap pemuda itu yang sekarang terlihat meraih sebuah kunci mobil di atas sebuah laci.

Kemudian mereka berjalan keluar dari dorm.

.
.

"Kenapa nomornya gak aktif, sih?" gumam Donghyuck saat nomor ponsel Jeno tak kunjung bisa dihubungi. "Apa dia lagi tidur siang?"

Pemuda itu kembali mencoba menghubungi sang kekasih. Namun, nomor kekasihnya masih belum bisa dihubungi.

"Kamu lagi ngapain sih, Je? Jangan bikin khawatir," gumam Donghyuck seraya terus menghubungi Jeno.

"Ck!"

Donghyuck berdecak karena nomor sang kekasih benar-benar tidak bisa dihubungi. Dia sangat khawatir. Hatinya gelisah. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada kekasihnya.

"Haechan, ada apa?"

Donghyuck menoleh ketika mendengar suara Manager yang memasuki mobil. Anggota unit 127 terlihat keluar dari tempat syuting.

"Gak apa-apa," sahut Donghyuck seraya mematikan ponselnya.

Manager mengangguk. Taeyong, Johnny, Yuta, Mark dan Jungwoo mulai memasuki mobil yang sama dengan Donghyuck.

Pemuda itu menatap keluar jendela saat Johnny duduk di sebelahnya.

"Kita akan segera berangkat ke gedung Inkigayo," ujar Manager. "Kalau ada yang belum sempat makan sesuatu, nanti kalian bisa makan di sana."

"Iya, Hyung," sahut Taeyong, Johnny, Yuta, Mark dan Jungwoo secara bersamaan. Hanya Donghyuck yang diam saja. Pikiran pemuda itu masih tertuju pada sang kekasih hati.

Backstreet(Hyuckno) Done ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang