Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Ting, tong!
Jeno melirik pintu Apartemen ketika mendengar bunyi bell.
"Siapa? Kalau Donghyuck gak mungkin nekan bell," gumam Jeno.
Pemuda itu meletakkan buku novel yang tengah ia baca ke atas meja, kemudian beranjak untuk melihat siapa yang datang bertamu melalu layar monitor.
"Ya, Tuhan!"
Jeno mengusap dadanya karena terkejut saat melihat penampakan yang cukup mengerikan di layar monitor.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Maknae kurang ajar!" gumam Jeno pelan. "Kenapa mukanya begitu, sih? Bikin kaget aja."
Setelah mulai tenang, Jeno memutuskan untuk membuka pintu. Terlebih bell kembali berdering.
"Hai~"
Jeno berkedip. Segala rentetan kalimat mutiara untuk sang maknae NCT yang sudah berada di ujung lidah tak jadi dikeluarkn setelah melihat bukan hanya Jisung yang datang, tapi semua anggota.
"Kalian....."
"Hyung!"
Jeno terhuyung kala tubuhnya diserang oleh pelukkan dari Chenle. Beruntung ia masih bisa mempertahankan diri. Kalau tidak, mungkin ia akan jatuh dan berakhir tidak baik.
"Hei!"
Sepertinya anggota lain terkejut dengan ulah Chenle yang hampir saja membuat Jeno celaka.
"Hati-hati, Le!"
Chenle yang tersadar sudah membuat kesalahan langsung meminta maaf. Raut wajahnya tampak menyesal.
"Sorry, Hyung. Gue terlalu kangen sama lo jadi gak sadar. Gue hampir nyakitin lo, ya?" ucap Chenle.
Jeno tersenyum, lalu menggeleng. "Gak apa-apa, kok."
"Lain kali jangan kaya gitu, Le," kata Taeyong mengingatkan. "Jeno lagi hamil. Kalau jatuh bisa bahaya."
"Gak apa-apa. Ayo, masuk. Tapi gak tau muat apa enggak," ujar Jeno dengan nada becanda.
"Muat'lah. Luas gini. Mana Apartemennya elit lagi," sahut Jisung seraya berjalan masuk mendahului yang lain.