Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
"Hyung, boleh ke Dream dulu sebentar gak?" tanya Haechan pada Manager.
Mereka ada di mobil dalam perjalanan kembali ke dorm setelah makan malam. Hanya ada Haechan, Taeyong, Johnny, Mark dan Jaehyun. Sisanya berada di mobil lain.
"Eh, ada perlu di sana?" balas Manager yang tengah menyetir.
"Iya, sedikit," sahut Haechan. "Bentar aja. Nganterin makanan ini buat Jeno."
Manager mengangguk mengiyakan. Sementara empat anggota 127 tengah menatap Haechan dengan heran.
"Oh, makanan itu buat Jeno? Gue kira lo emang sengaja beli kalau laper tengah malam," kata Mark.
"Dia tadi pesen ke gue. Katanya lagi gak mood makan makanan yang dimasak Renjun," sahut Haechan sekenanya.
Mereka mengangguk. "Mau ditemenin?" tanya Johnny.
"Gak perlu. Kalian di mobil aja. Gue cuma bentar doang," kata Haechan yang sekarang sudah sibuk pada ponsel.
Keempat Kakaknya kembali mengangguk. Diam-diam mereka saling memandang.
Kebetulan Jaehyun duduk di belakang Haechan. Pemuda itu sedikit berdiri untuk melihat apa yang tengah dilakukan Haechan. Ternyata hanya melihat beranda Instagram saja.
Jaehyun mengedikan bahu. "Bukan," ucapnya tanpa suara pada yang lain.
Sebenarnya mereka berharap bisa menemukan sesuatu di ponsel Haechan. Misalkan pemuda itu tengah berkirim pesan dengan Shin Ryujin.
Ya, setelah percakapan di lokasi syuting tadi, mereka masih yakin kalau Haechan memang tengah menjalin hubungan dengan salah satu anggota grup Itzy tersebut.
Johnny memutuskan untuk bertanya langsung. Tentu saja sudah meminta pendapat yang lain dulu melalui lirikan mata. "Chan." Ia memanggil.
"Hm?" sahut Haechan tanpa menoleh.
"Boleh nanya sesuatu? Tapi, lo jangan marah," kata Johnny.
Haechan menoleh, lalu mengernyit heran kala sang Kakak tengah menatap padanya.
"Kenapa?" Ia bertanya.
"Lo─" Johnny terlihat ragu. "Beneran ada hubungan sama Ryujin Itzy?" Meski begitu, ia harus tetap bertanya untuk memastikan dugaan mereka benar atau tidak.
Haechan mengernyitkan kening. Manager tampak melirik dari kaca depan mobil. Dia tentunya mendengar pembicaraan itu.
"Kenapa lo bisa mikir gue ada hubungan sama dia?" tanya Haechan. "Lo dan kalian semua juga tau gue pernah bilang kalau gue bahkan gak kenal sama itu cewek waktu berita dating itu tersebar. Masih nanya juga?" lanjutnya.
"Bukan gitu, Chan. Kita cuma mastiin doang. Lo belakangan ini kelihatan suka senyum-senyum sendiri ngelihat ponsel, atau kadang uring-uringan. Ya, siapa yang gak mikir ke situ coba?" ujar Taeyong. "