Epilogue

8.3K 388 17
                                        

Lee Jeno telah menjadi istri dari Donghyuck atau Lee Haechan NCT

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Lee Jeno telah menjadi istri dari Donghyuck atau Lee Haechan NCT. Dulu hubungan mereka itu backstreet, tapi sekarang publik sudah mengetahuinya.

Jeno sudah tidak tsundere lagi. Dia bisa berkata cemburu jika Donghyuck terlihat dekat dengan seseorang.

Saat Donghyuck mengatakan kalimat cinta, Jeno bisa membalasnya tanpa ragu.

Jeno sudah tidak terlalu banyak menempel pada anggota lain. Donghyuck'pun juga sama. Mereka berinteraksi secukupnya. Terlihat akrab sebagai sahabat, namun menghilangkan kebiasaan dulu yang sering memberi skin ship.

Saat Donghyuck sedang cemburu, Jeno menyadarinya dan berusaha membuat sang suami tidak cemburu lagi.

Donghyuck sering mengatakan kalimat manis penuh cinta dan Jeno akan membalasnya. Perasaan mereka sudah semakin dalam hingga orang ketiga sangat sulit untuk masuk ke hidup mereka.

Jeno sayang Donghyuck. Donghyuck lebih sayang.

Sekarang mereka tidak memiliki perbedaan lagi. Keduanya berada dalam perasaan yang sama dan takan ada yang bisa memisahkan mereka. Walau sekeras apapun orang jahat berusaha memisahkan keduanya.

Ingat, cinta Donghyuck dan Jeno begitu kuat. Kau tidak akan bisa menembusnya. Apalagi sekarang ada Baby Sakuya yang menjadi hadiah terindah untuk hubungan mereka.

"Ayah.... A, yah! Ayo panggil Ayah."

Jeno tersenyum melihat Donghyuck yang tengah mengajak bayi mereka berbicara menyebutkan kosa kata sederhana.

Sementara malaikat kecil Donghyuck dan Jeno yang diberi nama Lee Sakuya terlihat menatap sang Ayah dengan kedua mata yang berbinar cerah. Tak lupa senyum manis dan suara menggemaskan. Baby Sakuya tengah berusaha meniru perkataan Ayahnya.

"Ayo bilang.... Ayah!" kata Donghyuck lagi tak menyerah sampai sang anak berhasil memanggilnya Ayah.

Jeno berjalan mendekat, lalu duduk di sisi Donghyuck yang tatapannya tak lepas dari wajah anak mereka.
"A, yah! Ayah.... Ayo, Aegi pasti bisa. Katakan A, yah. Ayah!"

Jeno tertawa mendengar Donghyuck yang belum menyerah juga. Sementara Sakuya malah tertawa. Seolah sang Ayah tengah mengajaknya bercanda.

Donghyuck menoleh ke arah Jeno dengan wajah cemberut.

"Sakuya belum mau manggil aku Ayah," ucap Donghyuck sebal. "Padahal kata kamu dia udah bisa, tapi mana, huh? Disuruh bilang Ayah, dia malah ketawa."

"Ya, namanya juga bayi, sayang," sahut Jeno. "Dia pasti mikir kamu lagi ngajak becanda. Makanya ketawa senang, tuh."

"Tapi, dia beneran bisa manggil aku Ayah, kan?" tanya Donghyuck.

Jeno mengangguk. Ia memegang tangan kecil Sakuya, lalu tersenyum mengajak sang buah hati bermain.

"Aku pengen dengar, deh," kata Donghyuck. "Coba kamu suruh dia manggil Ayah. Kalau kamu yang suruh mungkin dia mau nurut."

Jeno langsung cemberut. "Ish, aku malah kesal, tau!"

"Hah?" Donghyuck terlihat bingung. "Kesal kenapa, sayang?"

"Ya, kesal aja. Aku yang bawa dia ke mana-mana di perut selama sembilan bulan, terus aku juga yang merasakan sakit saat dia lahir. Tapi kenapa bukan aku yang dipanggil duluan sama dia? Malah manggil Ayah," ucap Jeno meranjuk.

Donghyuck langsung tertawa. "Kan, aku yang buat dia. Jadi, harus manggil Ayah dulu, baru Papa."

"Ish, gak bisa gitu, sayang. Aku yang melahirkan dia," kata Jeno.

"Ya, gimana. Anak kita maunya manggil Ayah dulu," ujar Donghyuck dengan nada meledek.

Jeno semakin cemberut. Sementara Sakuya terdiam memperhatikan orang tuanya yang mengobrol tanpa menghiraukannya. Sampai kemudian bayi kecil itu mengeluarkan suara yang sejak tadi ditunggu Donghyuck.

"A, yah....."

Donghyuck mendelik terkejut sedangkan Jeno merengut.

"ARGH! KAMU DENGAR, SAYANG?! DIA MANGGIL AKU AYAH!"

Donghyuck berteriak histeris sampai memeluk dan mencium Jeno berulang-ulang kali. Sementara sang istri terlihat kesal.

"Ish, Lee Donghyuck! Sakit!" teriak Jeno.

"Dia manggil aku Ayah, sayang!"

Donghyuck tidak menghiraukan gerutuan dari Jeno dan terus heboh memeluk sang istri. Tak lupa tertawa karena bahagia.

Baby Sakuya juga ikut tertawa  riang. Bayi itu berpikir jika sang Ayah dan sang Papa sedang mengajaknya bermain.






Fin.




Terima kasih semuanyaaaa yang udah baca cerita ini dari awal sampai ending, ya. Nanti tunggu squel kisah tentang Hyuckie, Nono dan Baby Sakuya.

Paypay~



Backstreet(Hyuckno) Done ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang