Backstreet (34)

7.7K 505 28
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

Ketika membuka mata, Donghyuck tidak melihat Jeno di sampingnya. Pemuda itu melirik ke arah jam dinding.

"Masih setengah enam pagi gini dia ke mana?" gumam Donghyuck seraya bangun dan turun dari tempat tidur. "Apa mungkin di dapur?"

Pemuda itu berjalan keluar kamar sembari memanggil nama sang kekasih. Namun, tak ada sahutan bahkan suasana terasa sepi.

Kedua mata Donghyuck melebar kala melihat kekasihnya tengah tergeletak di lantai dalam kondisi tak sadarkan diri.

"Je!"

Donghyuck langsung berlari menghampiri Jeno. Ia menepuk pipi sang kekasih dengan pelan untuk membangunkannya.

"Sayang, kamu kenapa? Hey, ayo, bangun. Sayang, jangan bikin khawatir gini," ucap Donghyuck. Raut wajah pemuda itu terlihat khawatir. Dia tidak tahu mengapa sang kekasih bisa pingsan begini.

Kening Donghyuck mengkerut kala melihat ponsel milik Jeno ada di lantai dalam kondisi layar retak. Sekarang ia bisa menyimpulkan apa yang membuat kekasihnya jadi begini.

"Jeno sayang, kamu denger aku? Hey."

Donghyuck terus berusaha membuat Jeno sadar, namun sang kekasih tak kunjung bereaksi. Pemuda itu segera membawa kekasihnya ke kamar dan menghubungi Dokter.

Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Jeno maupun calon anak mereka.

.
.
.

Bruk!

"Sungchan, sialan!"

Jisung meringis pelan kala merasakan pantatnya sakit setelah bersentuhan dengan lantai keramik karena ulah Sungchan yang menendangnya begitu kuat dari atas tempat tidur.

"Badan lo lengket. Ngapain peluk-peluk gue?" balas Sungchan tanpa peduli bagaimana keadaan kekasihnya saat ini.

"Pantat gue sakit ya, anjir!" kata Jisung. "Lo nendang gue kasar gini. Dasar kdrt."

Sungchan mendelik, lalu melempar bantal ke arah Jisung yang kembali mengumpat karena wajahnya kena. "Lo pikir pantat gue juga gak sakit gitu? Mikir pake otak."

Jisung langsung tertawa setelah teringat kejadian semalam. "Lo sendiri yang minta duluan. Gue turutin aja kemauan lo. Lagian waktu gue ngusulin gantian, lo malah nolak katanya capek."

"Apa, sih, anjir! Orang beneran capek," sahut Sungchan.

"Tapi enak juga, kan, Chan?" tanya Jisung seraya berdiri.

"Iya, sih. Gak seburuk yang gue pikirin," ucap Sungchan. "Tapi besok giliran lo, ya!" lanjut pemuda itu.

"Malah ketagihan," ledek Jisung.

"Kan, sesuai janji lo semalam," sahut Sungchan.

"Padahal awalnya sempet nolak dan ngemaki gue," balas Jisung.

Backstreet(Hyuckno) Done ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang