Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
"Kayanya enak banget kalau dibikin jus," kata Jeno sembari memegang satu apel berwarna hijau yang terlihat masih cukup muda.
Setelah menemukan keberadaan sang pemilik pohon apel dan meminta izin untuk memetik beberapa buah, akhirnya si pemilik memberi izin pada Donghyuck. Pemuda itu hanya mengambil lima buah karena Jeno menginginkan lima.
"Aku gak tau. Rasanya waktu aku lihat warna hijau menggoda yang bergelantungan di pohon itu langsung pengen ngerasain buah ini dijus," sahut Jeno dengan senyum cerah. "Pasti enak."
"Tapi itu apelnya masih muda, sayang. Pas aku mau ambil yang udah mateng, kamu gak mau," kata Donghyuck. "Apa gak bakal asem?"
"Aku pengennya yang muda," balas Jeno seraya mengendus aroma buah apel di tangannya. "Wangi." Ia bergumam. "Nanti tinggal dikasih susu aja pasti jadi manis."
Donghyuck hanya bisa geleng-geleng kepala dengan senyuman di wajahnya. Tingkah sang kekasih hari ini sangat diluar dugaan.
"Ya, udah sekarang kita lanjutin perjalanannya. Makan dulu, terus jalan-jalan. Abis itu baru bikin jus," kata Donghyuck.
"Aku pengennya sekarang," ucap Jeno. "Kita ke Apartemen aja, ya?"
"Tapi, kan, kamu belum makan, sayang. Harus makan dulu baru bisa minum jus," sahut Donghyuck.
"Makan aja, terus langsung ke Apartemen. Kamu jus apel ini buat aku," balas Jeno. "Gak sabar banget pengen cepet-cepet cobain jusnya."
"Kita mau jalan-jalan, sayang," ucap Donghyuck. "Nanti bisa dijus setelah kita pulang."
Jeno geleng-geleng kepala. "Jangan nyebelin." Ia berucap dengan nada merengek. "Aku mau minum jus ini setelah makan siang. Titik!"
Donghyuck terkejut, tapi kemudian menormalkan ekspresinya kembali. "Iya, iya, sayang. Jangan ngambek. Abis makan siang kita langsung ke Apartemen."
"Nah, gitu. Nanti aku kasih hadiah."
Jeno beranjak memasuki mobil setelah memberi ciuman di pipi sang kekasih sekilas.
Donghyuck menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Dia sungguh heran dengan tingkah Jeno hari ini.
"Kenapa, sih? Tumben banget Jeno manja gini. Biasanya juga tsundere," gumam pemuda itu seraya melangkah menyusul sang kekasih.
. . .
Jeno♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.