Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ps: Percakapan antara para member dan petinggi Agensi sengaja dibikin formal atau baku untuk kebutuhan cerita. Karena sesuai kenyataan juga pasti mereka akan berbicara formal.
. . .
Setelah menempuh perjalanan selama belasan menit, Jisung tiba di Apartment milik Donghyuck dan Jeno. Sang maknae langsung masuk karena sudah diberikan akses oleh Donghyuck.
"Hyung."
Donghyuck terlihat keluar dari kamar. Pemuda itu sudah berpakaian rapi.
"Gimana keadaan Jeno hyung?" tanya Jisung.
"Dia masih tidur. Lo jagain, ya. Kalau misalkan bangun dan dia butuh sesuatu, lo turutin. Terus jangan lupa disuruh makan sama minum obat serta supplement. Semua ada di meja kamar," kata Donghyuck.
Jisung mengangguk patuh. "Iya, Hyung."
"Gue tinggal dulu. Kalau ada apa-apa langsung hubungi gue," ucap Donghyuck.
Jisung kembali mengangguk. "Iya, Hyung. Semoga masalahnya segera selesai biar kita bisa hidup damai dan nyaman kaya dulu lagi."
Kini giliran Donghyuck yang mengangguk. Pemuda itu beranjak keluar untuk menyelesaikan segala masalah yang ada.
Jisung menarik napas, lalu melangkah memasuki kamar. Dia ingin melihat kondisi Jeno.
. . .
Delapan anggota unit 127, empat anggota unit Dream serta Sungchan dan Shotaro sedang berada di ruang rapat bersama beberapa petinggi Agensi, staff dan juga manager grup. Mereka tengah menunggu kedatangan Donghyuck. Anggota WayV tidak bisa hadir karena masih ada jadwal di luar negeri.
"Jisung ke mana, Renjun?" tanya manager 127 saat menyadari tidak ada sang maknae di antara mereka.
"Apa terjadi sesuatu dengan Jeno sampai harus dijaga oleh Jisung?" tanya staff.
"Saya kurang tahu soal itu, tapi yang jelas Haechan memang menyuruh untuk Jisung datang ke Apartmentnya agar bisa menjaga Jeno selama dia tidak ada," ucap Renjun.
"Kenapa harus Jisung?" tanya staff lain. "Kan, bisa keluarga mereka yang menjaga."
"Karena Jisung merupakan orang yang dipercaya oleh Haechan," jawab Sungchan sopan.
"Begitu." Semua mengangguk mengerti.
"Sepertinya memang terjadi sesuatu pada Jeno. Karena semalam Haechan bilang ia akan datang bersama Jeno, tapi akhirnya dia sendirian," kata manager 127.
"Saya setuju. Karena itulah Haechan menyuruh Jisung untuk menjaga Jeno," ujar staff.
"Semoga saja keadaannya tidak terlalu buruk," ucap manager.