Backstreet (39)

6.8K 403 48
                                        

Ps: Aku gak berniat bikin konflik berat di sini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ps: Aku gak berniat bikin konflik berat di sini. Tapi mungkin di squel aku ingin bikin sikap Haechan jadi redflag wkwkwkwk.

.
.
.

Ting, tong!

Sungchan melirik pintu Apartment. Pemuda itu beralih pada sang kekasih, lalu menendang kakinya.

"Aish! Ngapa, sih?" tanya Jisung kesal. Padahal ia sedang asyik makan donat. "Dendam lu sama gua belum kelar juga, huh?" sindirnya.

"Ada yang nekan bell, tuh. Bukain gak?" balas Sungchan tanpa peduli gerutuan dari Jisung.

Bell kembali terdengar. Kedua pemuda itu serentak menatap pintu. Jisung yang hendak berdiri langsung kembali duduk kala melihat Donghyuck keluar dari kamar.

"Kenapa gak dibukain?" ucap Donghyuck.

"Gue gak berani," sahut Sungchan.

"Gue baru mau bukain, Hyung," timpal Jisung.

Donghyuck mendengus. Pemuda itu beranjak membuka pintu karena bell kembali terdengar untuk kesekian kalinya.

"Kenapa lama sekali?"

Begitu pintu terbuka, Donghyuck sudah mendapat omelan dari orang tuanya. Ternyata yang datang orang tua pemuda itu dan Jeno.

Lee Byunji-Park Haneul, orang tua Donghyuck.

Lee Hobin-Kim Miru, orang tua Jeno.

"Ayah, Ibu....."

Park Haneul langsung masuk dengan wajah kesal. Sementara tiga lainnya hanya geleng-geleng kepala.

"Udah biasa," ucap Byunji.

Jisung dan Sungchan yang melihat kedatangan kedua orang tua Donghyuck serta Jeno langsung berdiri untuk menyapa mereka dengan sopan.

Keempat orang dewasa itu hanya membalas berupa senyuman.

"Di mana Jeno?" tanya Haneul.

"Di kamar," sahut Donghyuck. "Dia lagi istirahat, jangan diganggu, Bu." Memang sedikit kurang ajar, sih.

Haneul tak mendengarkan sang putra. Wanita itu langsung beranjak ke kamar meninggalkan Donghyuck yang menarik napas malas.

"Ibumu memang ajaib," kelakar Byunji. "Tapi kami juga ingin melihat keadaan Jeno. Boleh masuk ke kamar kalian, kan?" lanjutnya.

Donghyuck hanya mengangguk. "Ayo, kita ke kamar," ujar pemuda itu. "Kalian tunggu di sini aja." Ia berbicara pada Jisung dan Sungchan.

"Iya, Hyung."

Kemudian Donghyuck berlalu bersama sang Ayah dan kedua orang tua Jeno.

Sungchan menyenggol lengan Jisung.

"Kenapa?" tanya pemuda itu.

"Kita masih mau di sini?" balas Sungchan. "Jujur, gue gak enak karena ada orang tua Haechan dan Jeno hyung."

Backstreet(Hyuckno) Done ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang