Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
Donghyuck menghampiri Jeno dan memegang kedua sisi wajah sang kekasih. Pandangan pemuda itu terlihat khawatir.
"Kamu gak apa-apa, kan?"
Jeno menggeleng dan Donghyuck langsung merengkuh tubuhnya ke dalam sebuah pelukkan hangat.
"Dari tadi aku khawatir," ucap Donghyuck dengan nada berbisik.
Jeno membalas pelukkan itu dalam diam. Sementara Jisung hanya memperhatikan tanpa berniat untuk mengeluarkan suara.
Tak berselang lama kemudian, pelukkan itu terlepas. Donghyuck masih menatap Jeno dengan khawatir.
"Kenapa nomor kamu gak bisa dihubungi?" tanyanya.
"Ponselku di dorm," sahut Jeno. "Maaf, karena udah bikin kamu khawatir."
Donghyuck mengusap pipi kanan sang kekasih dengan lembut. "Yang penting sekarang aku udah lihat kamu dalam keadaan baik-baik aja," kata pemuda itu.
Jeno mengangguk, lalu memberikan senyuman kecil yang terlihat manis. "Apa aku ganggu?"
Donghyuck menggeleng. "Sama sekali enggak," sahutnya. "Aku justru seneng karena kamu ada di sini."
Jeno beralih menatap Jisung. Donghyuck mengikuti arah pandangan sang kekasih.
"Jisung yang anterin aku ke sini," kata Jeno.
Donghyuck tersenyum. "Lo udah ngelakuin tugas dengan baik."
"Itu amanah yang harus gue lakuin," balas Jisung.
Jeno kembali menatap Donghyuck. "Kamu tau kalau Jisung---"
"Iya, dan aku minta tolong ke dia buat jagain kamu selama aku gak ada," ujar Donghyuck menjawab pertanyaan sang kekasih.
"Kenapa kamu gak bilang soal ini ke aku?" tanya Jeno.
"Maaf, sayang," ucap Donghyuck.
Jeno langsung terdiam saat mendengar kata tersebut dari kekasihnya.
"Jangan marah," kata Donghyuck. "Aku minta maaf."
"Aku gak marah," sahut Jeno. "Kamu udah makan?" tanyanya.
Donghyuck menggeleng. "Dari tadi aku khawatir sama kamu, sayang. Jadi, rasanya gak bisa tenang sebelum tau kamu baik-baik aja."
"Aku gak apa-apa," balas Jeno seraya menatap Jisung seolah tengah berkomunikasi melalui tatapan. Sang maknae langsung menangkap arti tatapan itu.
Dan Donghyuck juga tahu kalau telah terjadi sesuatu pada kekasihnya.
"Kamu makan dulu sebelum tampil," kata Jeno.
Donghyuck meraih kedua tangan sang kekasih, lalu menggenggamnya. Pandangan netra pemuda itu menyorot lembut.
"Aku bakal makan, tapi aku mau kamu jujur. Gak boleh nyembunyiin sesuatu dariku. Apapun itu," ucap Donghyuck. "Kamu ngerti, kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Backstreet(Hyuckno) Done ✅
FanfictionHubungan mereka itu rahasia. Hanya mereka yang tahu. Warning ⚠️ HYUCKNO AREA Haechan dom Jeno dub Jangan salah lapak ya,cantik. Happy Reading!
