Chapter 13

3.2K 385 76
                                        

---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


---

Kim Jisoo berdiri canggung di depan kamar 501. Tangannya saja tak mampu untuk membuka pintu, masih berusaha meredakan jantung yang berdegup kencang. Padahal ia belum berhadapan dengan Taehyung.

Meniup napas panjang Kim Jisoo menyiapkan penampilan. Mencoba mengangkat sudut bibir agar terlihat seperti biasanya. Namun yang terjadi setelah itu, ia dibuat terkejut dengan kehadiran sosok tinggi memanggil namanya dengan suara husky.

“Kenapa tidak masuk, hm?” Ujar Taehyung yang selangkah ke depannya untuk membuka pintu.

Ketika pintu kamar terbuka lebar, ia menyuruh Jisoo masuk lebih dulu, baru disusul olehnya.

Dan suasana hening kembali terjadi. Baik Taehyung maupun Jisoo belum bersuara di dalam ruangan itu. Namun satu hal yang membuat Jisoo terkejut. Kamarnya sangat rapi dan harum. Tak ada bau asap atau kotoran sisa abu yang biasanya berjatuhan. Yang lebih menarik perhatian Jisoo adalah tak ada lagi makanan yang biasanya Taehyung suguhi.

Pemuda itu duduk diatas meja makan sembari meminum segelas air. Lalu memanggil Jisoo untuk bergabung bersamanya.

Entah mengapa suasananya menjadi lebih mencekam kala melihat sorot mata Taehyung yang menakutkan. Lelaki itu belum berbicara sama sekali, namun sedari tadi tak henti menggeram dan menghela napas membuat Jisoo merinding.

“Jisoo…” panggilnya lirih. Kim Jisoo mengangkat kepalanya guna memandang dua bola mata yang merah dan tajam itu. “Kau… punya uang?”

Kim Jisoo terkejut spontan menggeleng. Memang benar adanya jika gadis itu sepeserpun tak memiliki uang.

Dan Taehyung mendesah berat menjatuhkan kepalanya pada meja secara tiba-tiba. Ia terdiam dalam beberapa detik, kemudian kembali mengangkat wajah dengan raut sedihnya.

“Kita sedang krisis.” Katanya serius. “Uangku habis karena kemarin.” Dan Jisoo paham maksud dari kata kemarin yang diucapkan Taehyung. Itu mengarah pada liburan mereka di Jeju. “Ayah akan memberiku uang lagi bulan depan. Lalu satu minggu kedepannya kita akan makan apa?”

Jisoo baru memahami alasan mengapa tak ada lagi suguhan di meja makannya. Juga mengapa kamarnya bersih dari asap rokok, karena Taehyung tak memiliki uang untuk membeli itu semua.

“Aku juga belum gajian, Taehyung. Apa boleh kalau aku meminta gajiku lebih dulu pada Pak Seokjin?”

Taehyung menggeleng, jari-jarinya mengetuk acak meja kayu itu. Jika Taehyung bisa, ia sudah meminjam uang pada seniornya itu. Namun Taehyung tidak enak hati, mengingat dirinya sudah sering merepotkan Seokjin.

Kemudian hening tercipta lagi. Bukan perasaan canggung yang menyelimuti, kali ini mereka tengah asyik hanyut dalam pikiran. Mencari jalan keluar bersama, walau pada kenyataannya Jisoo tak menemukan jalan keluar itu.

My Roommate [vsoo]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang