NH. 10

1.7K 171 28
                                        

*****

Happy reading guys

*****

Mobil hitam berplat B itu melaju kencang menuju jembatan yang dikirim seseorang melalui chat misterius tadi. Jemian sedikit was-was dengan apa yang akan terjadi, ia takut jika orang itu benar-benar nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari jembatan.

Tin

Tin

Tin

Ia bahkan mengklakson setiap mobil yang melaju sangat lambat didepannya. Jika bisa jujur Jemi lumayan kalut dengan pikirannya. Ia teringat jika malam ini ia harus membantu bersiap untuk pernikahannya dan geby, namun disisi lain seseorang sedang dalam bahaya.

Dari arah kejauhan Jemi sudah bisa melihat jembatan itu terang oleh sinar senter, lampu motor, mobil dan beberapa mobil polisi. Jemi langsung melajukan mobilnya kembali dan memarkirkan dipinggir jalan.

"Dia wanita?"

"Orangnya sudah mati?"

"Eh.. dia bernafas..."

Sayup-sayup dari kejauhan Jemi mendengar ucapan dari kerumunan orang-orang yang ada disekitar sana. Hatinya tak karuan rasanya, apa itu benar kaila?

"Permisi pak.. permisi..." Dengan wajah merah dan terburu-buru Jemi meminta ruang untuk menerobos kerumunan itu.

"Santai mas.. santai.."

Orang-orang yang ada disana mencoba menyalahkan Jemi yang dengan seenaknya menerobos mereka. Namun sekali lagi Jemi tidak mengindahkannya dan memilih untuk sampai didepan, tempat wanita itu tergeletak.

Bruk.

Jemi terduduk lemas didepan tubuh basah dari seorang wanita yang pernah mengisi hatinya itu, "kaii..." Ucapnya lirih dengan menggerak-gerakkan tubuh pucat itu.

"Anda mengenalnya?" Seorang polisi paruh baya berjongkok disamping Jemi dan menanyainya.

Dengan kuat Jemi mengangguk, "bisa saya bawa dia ke rumah sakit, pak?" Tanya Jemi kepada polisi itu. Pasalnya ia masih merasakan hembusan nafas lemah dari kaila.

"Wanita ini tadi melompat dari jembatan, kebetulan banyak warga yang memancing di area ini jadi dia langsung bisa diselamatkan. Tolong jaga wanita ini." Begitu penjelasan dari polisi itu.

Dengan bantuan beberapa warga, Jemi berhasil membawa tubuh lemah kaila masuk kedalam mobilnya. Tak lupa Jemi mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang sudah menolong kaila, kepada polisi yang juga ikut berpatroli menyelamatkan nyawa wanita itu.

Sepanjang perjalanan Jemi Hanya termenung, fokus menyetir sesekali mengusap lelah wajah tampannya. Perempuan yang dicintainya ternyata lebih gila daripada yang ia kira, haruskah kaila mengakhiri hidupnya hanya karena dirinya akan menikah?

Mobil Jemi memasuki parkiran RS. CAESAR FAM dan segera meminta tolong beberapa perawat disana untuk membantu membawa tubuh kaila. Perawat-perawat itu berdatangan dengan membawa brangkar dan langsung mendorongnya keruang perawatan.

Kling

Notifikasi dari ponsel jemian.

Cinderella

"Mas Jemi malam ini lembur lagi, ya?"

"Oke, jangan lupa istirahat.."

Jemi mengusap wajahnya dengan kasar, dari chat yang geby kirim ia bisa merasakan jika geby mungkin khawatir tapi sebenarnya geby kecewa. Harusnya ia membantu geby dan orang rumah namun malah dirumah sakit menunggu kaila.

Noble Hearted ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang