Tandai typo!
***
Hari, minggu, dan bulan-bulan sudah berlalu. Usia kandungan Dara kini sudah memasuki 7 bulan.
Dan oleh sebab itu lah sekeluarga itu Sekarang tengah berada di sebuah restoran dengan berbagai macam makanan yang tersedia di meja yang berada di tengah-tengah mereka.
"Gak sabar nya pengen liat cucu papa," Anton berujar sembari mencomot sepotong kentang goreng.
"Iya nih, papa juga gak sabar banget pengen liat cucu." Hiko menimpali.
Dara tersenyum mendengar peruturan papa dan papa mertuanya.
"Kamu udah nyediain nama nya?" Tanya Asni pada Chandra. Chandra menggeleng, masih berpikir nama apa yang bagus untuk anaknya.
"Loh? Kok belum di sediain?" Wendi bertanya.
"Iya nih, lemot amat calon bapak." Cibir Anton. Chandra memandang papanya sinis.
"Karena anak kamu cewek, papa udah beliin gelang buat dia." ujar Hiko.
"Papa semanget banget punya cucu." goda Dara. Seluruh penghuni meja itu tertawa minus Asni yang hanya menatap datar. Padahal menurut nya tidak ada yang lucu.
***
"Ih!" Ayana mendudukkan dirinya di atas bangku kayu dengan perasaan dongkol.
"Kenapa sih?? Dari jauh keliatan kesel banget lo?" Tanya Tari heran. Asri mengangguk sembari memasukkan sesendok pop mie milik nya kedalam mulutnya.
"Gue kesel banget!" Pekik nya sembari mengepal kan tangannya.
"Yaa iyah kenapa?!" Tanya Tari ikut kesal.
"Jadi tuh tadi di depan perpustakaan gue keseleo," Ayana menggeram kesal.
"Terus terus?" Tari dan Asri berusaha menahan tawa.
"Lo tau gue keseleo karena apa?" Tanya Ayana pada Tari dan Asri. Keduanya menggeleng.
"Si Rajanjing itu ngerjain gue, dia nyimpen kulit pisang tepat depan pintu. Jadi gue gak sengaja injek waktu mau keluar. Setelah gue jatuh dia tuh langsung muncul dari ruang musik sambil ketawa kenceng." Ayana terlihat sangat geram, terlihat dari tangan gadis itu yang terkepal kuat.
"Dan—dan parahnya dia ngerekam semua itu." Tiba-tiba hening.
"Huaaaa..." Ayana sangat kesal, hingga ia mengekspresikan nya dengan menangis. Ayana menangis tapi air matanya tidak menetes sama sekali.
Ia malu! Sangat malu!
Lihat saja, akan ia balas kelakuan si Rajanjing itu!
Ayana berdiri ketika melihat Raja memasuki kantin bersama teman-teman nya. Sementara Tari dan Asri was-was di tempat, keduanya menduga-duga hal nekat apa yang akan Ayana lakukan.
Seketika ide jahil terlewat di pikiran nya. Baru saja akan melaksanakan idenya, mata Ayana lebih dulu menangkap lengkungan bibir Raja yang tertuju padanya. Bukan senyum manis! Melainkan seringai serigala nya.
Seolah tengah memberi tahu jika Ayana melakukan hal yang tidak-tidak, maka Raja akan menyebar luas kan video itu.
Ayana kembali mendudukkan dirinya, namun kali ini dengan brutal. Karena dorongan dari pantatnya yang kuat, dan pas sekali bokong Ayana mengenai pinggir bangku, membuat bangku itu terjungkal kebelakang, yang mana hal itu membuat Ayana ikut terjungkal. Sialnya Tari yang tidak tahu apa-apa ikut kena imbasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chandra (END)
AcakJebakan yang berakhir keberuntungan. *** Chandra terkekeh melihatnya, tangan terulur untuk membersihkan bumbu kacang yang berada di pinggir bibir istrinya. Bumbu sate yang sudah berpindah Ke jari jempol nya itu ia jilat. Yang mana hal itu membuat Da...
