#24

959 60 2
                                        

Weekend telah usai dan kini para pejuang pundi-pundi uang itu sudah harus kembali memasuki gedung yang penuh dengan pekerjaan.

Arabela memakan sarapannya dengan lesu, sejak kemarin ia merasakan kepalanya berat dan badannya terasa lunglai. Padahal sebelumnya ia masih baik-baik saja tetapi entah mengapa pagi ini tubuhnya terasa semakin lemah. Ia kemudian memakan vitamin yang beberapa minggu ini lupa ia konsumsi. Arabela sebenarnya bukan tipikal orang yang sekali sakit langsung minum obat, ia memilih untuk menunggu dan beristirahat. Seperti kali ini, ia memutuskan untuk membiarkan tanpa meminum obat karena selain persediaan obatnya habis, ia pun masih merasa bahwa ia baik-baik saja.

Usai dengan sarapan dan vitaminnya, Arabela kemudian bergegas turun ke Lobi karena sebuah pesan dari Aldebran masuk ke ponselnya dan berkata bahwa pria itu dengan Damian sudah sampai di Lobi. Arabela sudah mengatakan bahwa ia bisa berangkat sendiri menggunakan taksi online, tetapi pria itu tetap memaksa untuk menjemput dan mau tidak mau Arabela menurut. Toh karena posisi Arabela sebagai asisten Aldebran tidak akan membuat kantor heboh jika Arabela turun dari mobil Aldebran di pagi hari, bukan?

Arabela mengernyit, mobil yang berada di lobi berbeda dengan mobil yang biasa Aldebran gunakan. Yang Arabela lihat di lobi merupakan mobil mewah yang ia tahu bermerek Lexus itu dengan gagah terpampang di depannya. Saat kaca di bagian belakang terbuka dan menampilkan Aldebran yang tersenyum padanya, Arabela langsung menghampiri. Ia meringis pada security yang menatap dirinya dengan tatapan bingung serta beberapa staff lain yang melihat ke arahnya.

he effortlessly got the attention. batin Arabela mengagumi kemewahan serta aura Aldebran yang benar-benar memikat. Tanpa mau membuat pasang mata semakin menatapnya, Arabela langsung masuk ke dalam mobil tersebut.

"Morning." Sapa Aldebran saat Arabela sudah duduk di sampingnya.

Arabela tersenyum kecil lalu mengangguk. 

Damian yang diintruksikan oleh Aldebran untuk menjalankan mobilnya itu mengangguk lalu menginjak pedal gas dengan pelan namun pasti. Setelah itu Arabela menghela napas lega saat mobil yang ditumpanginya sudah keluar dari apartemennya.

"Kenapa?" tanya Aldebran.

Arabela menoleh pada Aldebran kemudian matanya menatap sekeliling mobil yang masih mulus serta aromanya seperti mobil baru. Mata Arabela memicing. "Mobil baru?"

Aldebran mengangguk kemudian tersenyum. Dengan bangga ia menepuk dinding mobil. "Tadi malam. Bagus kan?"

Mata Arabela mengerjap. Jadi saat Aldebran berkata padanya bahwa ia sedang ingin jajan yang dimaksud adalah membeli mobil mewah ini? Arabela kira pria itu mau jajan dengan artian yang biasa Arabela lakukan, membeli makanan atau cemilan. Ternyata definisi jajan bagi Aldebran adalah membeli 'mainan' baru yang harganya bahkan tidak ingin Arabela tebak.

"Tadinya mau beli sport lagi tapi kamu kelihatan gak nyaman." ucap Aldebran.

Arabela memang kurang menyukai mobil sport milik Aldebran. Selain sangat mencolok, juga dirinya tidak merasa leluasa. Belum lagi kecepatan mobil sport berada di atas rata-rata membuat jantung Arabela seperti terpacu cepat saat Aldebran mengendarainya. Beruntung lelaki itu memiliki mobil lain yang bentuknya normal.

"Katanya parkiran udah penuh? Kenapa beli lagi?"

Saat mengantar Arabela pulang dari penthouse Aldebran waktu itu, Aldebran sempat mengeluh karena melihat parkiran pribadi miliknya sudah kelihatan sempit. Jelas saja, mobil beserta motor milik pria sultan itu ada banyak sehingga membuat space parkirannya menipis.

Senyum Aldebran muncul, jarak yang sengaja Arabela pisahkan pun semakin menipis seraya Aldebran menggeser tubuhnya. Tangan Aldebran terangkat, menyampirkan rambut Arabela ke belakang telinganya membuat wajah Arabela panas.

INTO YOU [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang