Oh ya support na dengan vote dan komen juga biar semangat update makasih hehe
Happy reading Bestieid ♥
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bab 3. Masjid An-Nur
_____
"Jika dhuha mempertemukanku denganmu. Biarkan tahajud yang melangitkan namamu."
-ALHUDA-
_____
Nara menatap kagum bangunan besar nan agung bertuliskan Masjid An-Nur dihadapannya. Masjid yang sudah berdiri sejak SMA Permata ini didirikan.
Ukuran luasnya sangat lebar dengan warna hijau muda yang mendominasi. Pilar-pilarnya terbuat dari marmer. Ubinnya dingin dan sejuk saat kaki menapak berwarna putih ornamen garis-garis.
Masjid An-Nur terdiri dari serambi depan, kanan, dan kiri Masjid. Perpaduan warna hijau tua dan kuning emas di setiap temboknya, menjadikan Masjid ini begitu indah tapi megah. Dengan kubah menggunakan ornamen kaligrafi berlafadz "Allah" di atas langit Masjid, sebagai simbol di atas puncaknya.
Nara segera memasuki Masjid dan berjalan mengambil wudhu di tempat wudhu khusus wanita. Tepatnya di sebelah kanan area Masjid.
Setelahnya, gadis berhijab membawa mukena itu masuk ke dalam Masjid lewat serambi depan pintu utama.
"Astaghfirullah!" ucap seorang cowok di samping Nara.
Ia hampir saja bertubrukan dengan seorang cowok yang akan memasuki Masjid sepertinya.
Deg
"Ma-af a-ku ti-dak seng-aja," gugup Nara.
"Maaf saya juga yang salah," ucapnya.
"Iya, sila-kan masuk dulu-an."
Cowok itu mengangguk tanpa menatap lawan bicaranya. Pandangannya hanya fokus ke arah depan saja.
Nara tak berani menatapnya. Entahlah ia tiba-tiba jadi gugup. Dan juga detak jantungnya berdebar kencang.
Alhuda, batin Nara saat netranya tak sengaja menangkap name-tag sebuah nama belakangnya saja yang terpasang di seragam cowok itu. Karena sedari tadi Nara menundukkan pandangannya.