✧12. Ketua Rohis

1.2K 50 0
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

Maaf bila ada kesamaan nama, tokoh, alur, latar cerita ini murni imajinasi otak na sendiri

Jangan lupa follow akun kocengcomell

Instagram: wpbyna

.
.
.

Happy reading Bestieid ♥

Happy reading Bestieid ♥

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bab 12. Ketua Rohis

_____

"Kamu terlalu masya Allah untuk aku yang astaghfirullah."

-ALHUDA-

_____

"Hu-da?" beo Nara.

Ia tak sengaja melihat sosok yang familiar itu--berdiri di dekat tirai hijau--yang menjadi pembatas shaf antara laki-laki dan perempuan.

Huda terkejut di tempatnya berdiri.

Tadi setelah sholat Dhuha ia tak kunjung langsung balik ke kelas. Ia menunggu Altha sholat terlebih dahulu.

Cowok itu pergi ke toilet untuk buang air kecil sebentar. Namun, saat kembali dari toilet yang ada di Masjid ia lewat dan tak sengaja mendengar suara dari shaf perempuan.

Astaghfirullah, apa yang kamu lakukan Huda. Batin Huda merutuki dirinya sendiri.

"Ka-mu tadi yang ngomong?" tanya Nara sedikit hati-hati.

"Eh-ngga, ah-iya! Ma-af saya tak sengaja lewat terus denger," ucap Huda gugup seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Nara menanggapi dengan tersenyum canggung.

"Oh, gitu. Ekhm...," ucap siapa lagi kalau bukan Rayya. "Gue ke kelas bentar, ya, Na. Mau ambil something di tas."

"Yasudah kalau gitu, saya per-" ucapan Huda terpotong.

"Huda Lo mau kemana? Pak Ahmed nyariin Lo nih," potong Altha cepat.

"Assalamu'alaikum, Huda. Saya mau minta tolong nanti jadwal kumpul rohis kamu gantiin saya, ya. Untuk menyampaikan materi tentang apa saja terserah kamu. Saya ada urusan penting dengan kepala sekolah nanti. Kamu mau, ya?" pinta Pak Ahmed-selaku guru Agama Islam sekaligus pengurus Rohis di SMA Permata. Beliau sudah berdiri di depan Huda dan disusul disampingnya Altha yang baru sampai.

"Wa'alaikumussalam, Pak. Na'am, Insya Allah saya siap. Afwan Pak, saya lupa konfirmasi."

"Laa ba'sa, saya juga lupa. Kalau begitu saya pamit duluan. Wassalamu'alaikum, " pamit pak Ahmed seraya pergi berlalu.

ALHUDACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang