Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bab 38. Bahagia Lagi dan Lagi
_____
"Kamu adalah anugerah terindah yang Allah kirimkan untukku. Hanya aku yang boleh mencintaimu sepenuh hatiku dan hanya aku yang boleh memilikimu. Bolehkan aku jadi yang pertama dan terakhir dalam takdirmu?"
-ALHUDA-
_____
Alhuda menggandeng tangan Narasha di sampingnya. Sedangkan sang empunya malah tersenyum memandangi genggaman hangat dari suaminya itu.
"Ini namanya baru tracking pole Asha beneran," Narasha tersenyum lebar sambil mengayunkan tangan besar yang menggenggam tangannya.
"Emang kan dari naik gunung terus turunnya juga."
"Kalo ga gitu aku sama tracking pole aja!" seru Narasha menyambar tracking pole di tangan Al yang tak memegang tangannya. Sehingga genggaman tangan itu terlepas.
"Gitu aja ngambek. Sini kembalikan tracking pole nya biar aku aja yang bawa."
"Ih gamau wle! Kejar aku dulu sampe pos 1."
"Hati-hati turunnya jangan lari Asha!"
Track yang bisa dibilang cukup landai. Akan tetapi ada bebatuan yang menurun di area tersebut. Narasha tak mengindahkan perkataan Al.
"Mana yang sakit?"
"Gaada aku gapapa kok."
"Boong ya?"
"Nggak apa-apa."
"Bener?"
"Iya."
"Yaudah biar your husband aja yang rangkul biar gabisa lari-larian."
"Ih gamau aku dikasih ketek!"
Narasha melarikan diri dari Alhuda sambil berlari kecil tracking turun. Alhuda menyusul dibelakangnya sambil membawa daypack double serta tracking pole di kedua tangannya. Siapa lagi kalau bukan daypack milik Narasha.
Sesampainya di basecamp. Kedua pasangan halal itu beristirahat sebentar sambil menikmati waktu berdua bersama. Mereka membeli bakso dan es teh di warung yang ada di sana.
"Ay, kamu tau nggak."
"Ngga tau."
"Ish, aku belum selese ih ngomongnya."
"Yaudah iya apa, Sayangku?"
"Singkat saja, aku Asha sangat mencintaimu Uda. Alhudanya Narasha."