Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bab 37. MK : Bersamamu
_____
"Aku meminta kamu di sepertiga malamku, karena bersamamu adalah impianku dan aku ingin yang bersamaku nanti adalah kamu. Allah membuatnya menjadi nyata dengan takdir yang tak terduga sebelumnya."
-ALHUDA-
_____
"Dek, bangun, dek!"
Kedua pipi chubby itu ditepuk pelan. Sang empunya masih nyenyak dalam acara pingsannya. Seolah tak mau membuka bola matanya.
Cahaya remang-remang memasuki kelopak mata Narasha. Ia mulai mengerjapkan matanya perlahan. Ruangan yang tak asing di indra pengelihatannya. Bukan lagi di danau sekolah melainkan ini adalah kamarnya.
"Ab-bang?"
"Ha?!" Narasha langsung terbangun seketika. Ternyata dia terbangun di pangkuan Alhuda.
"Maaf-"
"Ssttt... gausa minta maaf ya," Alhuda menutup bibir Narasha dengan jari telunjuknya. "Kamu ga salah apa-apa, Asha."
Narasha terpaku ditempatnya.
Alhuda tersenyum menatap Narasha kemudian menepuk kepala sang istrinya itu.
"Ekhem."
"Aduh dunia berasa milik berdua yang lainnya mah jadi penonton."
"Eh-" Narasha tersadar kemudian menatap keluarganya satu persatu. Bahkan sang bestienya pun ada dikamrnya. Dan kelurga Alhuda juga?
"Jadi ini semua maksudnya?"
"Jadi begini biar Ayah yang jelaskan, sayang. Awal mulanya...,"
Sebuah gedung pencakar langit tampak megah dari luar. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan yang sangat luas mulai dari lantai 1-11.
"Hey yo What's up bro." Sapa seorang pria yang masih terlihat tampan walau di usianya yang sudah terbilang tidak muda lagi.
"Salam dulu napa."
"Gue udah ucap salam pak haji Lo aja yang ga denger."
"Lama tak jumpa bro. Masih sama aja kayak dulu."
Keduanya tertawa bersama saling berjabat tangan ala laki-laki.