"Hari ini aku mau kamu bersikap manis didepan keluarga kita, Tolong kerjasama nya ya". Ujarnya lalu mengelus pelan pipi Jinan.
Malam ini Vano sudah datang dengan busana yang sangat rapi dan elegan. Tuxedo yang dipakainya begitu pas dengan badan nya yang proposional.
Tidak seperti biasanya, Kali ini keluarga Angkara sedang merayakan Hari pernikahan mereka.
Mike dan Hanna sedang merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke 23 Tahun. Banyak tamu penting dan juga kerabat yang di undang pada acara malam ini, tak ketinggalan keluarga besan nya yaitu keluarga Biantoro.
Hotel yang dipesan untuk acara besar ini pun sangatlah mahal dan mewah didaerah perkotaan.
Vano sudah mewanti wanti pada Jinan agar gadis itu mau bersandiwara agar mereka kelihatan saling mencintai dan serasi. Vano juga tak menyia-nyiakan kesempatan ini, untuk lebih dekat dengan Jinan, Bahkan ia bisa leluasa untuk sekedar merangkul pundak dan pinggang Jinan.
"Saya minta, Mas Vano tidak menyentuh tubuh saya pada saat orangtua saya tidak ada. Ingat ya, pertunangan ini tidak didasari dengan cinta, Jadi saya mohon dengan sangat untuk anda menjaga sikap!".
Bisik Jinan pada telinga Vano, sambil sesekali memperhatikan sekelilingnya.
Vano yang mendengar itu hanya bisa tersenyum meremehkan, Lelaki itu tidak begitu takut dengan ancaman yang dilontarkan oleh Jinan.
Malam ini Jinan sudah disulap sedemikian rupa agar menjadi wanita bak turun dari surga. Dirinya menggunakan balutan dress panjang berwarna biru laut senada dengan Tuxedo yang digunakan oleh Vano.
Jinan membenci hal itu.
Walaupun begitu, Jinan harus tetap memasang senyum palsu nya agar keluarga nya tidak curiga padanya.
Mike dan Hanna juga sudah berpenampilan seperti pengantin yang baru saja menikah, Mereka menggukan busana serba putih membuat aura konglomerat nya semakin terpancar.
Walaupun Mike dan Hanna sudah mulai berumur, namun Kecantikan dan ketampanan nya tak luput dari wajah mereka berdua. Masih ada garis garis kesempurnaan diwajah keduanya, meski mulai terlihat beberapa kerutan diwajah nya itu.
Keduanya tersenyum sumringah sambil bergandengan tangan selayaknya anak muda yang dimabuk asmara.
Tak dapat dipungkiri, Jinan sangat bersyukur dan merasa beruntung bisa lahir di keluarga yang hangat dan harmonis. Meski terkadang, kedua orangtuanya suka memaksakan kehendak mereka sendiri, tapi Jinan tetap tersenyum bahagia melihat senyum dan tawa kedua orangtuanya.
"Terimakasih untuk para tamu undangan yang sudah mau hadir diacara kecil-kecilan ini... Ini adalah hari dimana saya mengucap janji dihadapan tuhan untuk mengikat istri saya tercinta ini sampai akhir hayat nanti..."
Mike mulai angkat bicara dengan Hanna yang tetap disamping nya sambil memamerkan senyuman paling manis untuk suami nya itu.
Tepukan tangan langsung bergemuruh diseluruh penjuru tempat itu.
"Saya Mike Dwi Angkara, Berjanji dan akan selalu berjanji pada istri saya Hanna. Bahwasanya, Saya akan selalu mencintaimu sampai kapan pun, bahkan sampai maut memisahkan kita"
Mike mengakhiri pidato singkat nya, semua tamu undangan pun dibuat meleleh pada pasangan paruh baya itu yang terlihat masih sangat mencintai satu sama lain.
Sang istri pun hanya bisa menahan haru kala Mike mulai memberikan sebuah pelukan hangat didepan semua para tamu.
Dibawah panggung, Jinan masih dengan posisi yang sama, pinggangnya dirangkul mesra oleh Vano seolah lelaki itu tak mau Jinan pergi kemana mana.
KAMU SEDANG MEMBACA
OUTSIDE LIMITS
ActionPerjalanan kehidupan tidak selamanya akan berjalan mulus, terkadang kebahagiaan tak pernah terpisahkan dengan kesedihan. Bagaikan hujan dikala malam, tangis wanita itu bergema menggelegar semakin menjadi jadi. Wanita itu bernama Jinan Dwi Angkara, t...
