Diluar sana sang surya sudah dengan sangat semangat memancarkan cahaya nya, terang nya cahaya matahari kini mulai merangkak masuk melalui celah celah gorden yang ada di kamar Anggy.
Namun hal itu tidak berhasil membuat kedua gadis yang masih pulas terlelap dalam mimpinya menjadi terbangun, Anggy masih tetap pada posisi semalam ia tertidur.
Mereka berdua masih tertidur dalam posisi yang begitu dekat dan masih saling berpelukan, Jinan yang mabuk pun tak mengetahui jika ia tertidur dalam pelukan Anggy yang hangat dan nyaman. Dirinya membenamkan wajah cantik nya tepat di dada Anggy dan menjadikan tangan Anggy sebagai bantalan tidur nya.
KRIIINGGG....
Suara dering jam waker berbunyi keras dan begitu nyaring, tapi tetap saja kedua gadis itu masih nyaman pada posisi mereka tak ada satu pun dari mereka berdua yang berinisiatif bangun terlebih dahulu.
Jinan malah semakin mengeratkan pelukan nya pada Anggy dan menelusupkan wajah nya ke dada Anggy, Membuat gadis itu bergerak gerak memposisikan kembali tubuh nya agar lebih nyaman lagi.
KRIIINGG.. KRIIINGG...
Kedua kali nya alarm tersebut berbunyi, jam juga kini sudah menunjukan pukul 10.00. Kini Jinan merasa terusik akan suara itu, ia menutup telinga nya kesal karna suara alarm itu begitu bising di telinga nya.
Jinan sudah mulai bergerak dari tidur nya, ia perlahan membuka mata nya lalu bergeser sedikit dari tubuh Anggy. Dirinya belum sadar jika semalaman ia tertidur dipelukan Anggy.
Karna mabuk, Jinan kini merasakan sakit kepala yang amat sangat pada kepala nya. Ia dengan sangat perlahan membuka mata nya mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk. Jinan kini benar benar membuka mata nya, ia sangat heran dengan tubuh yang mendekap nya.
Ia mendongakkan kepala nya perlahan melihat siapa orang yang ada dihadapan nya ini,
"Aaaaaakkkk!!"
Teriak Jinan kaget dan langsung terduduk dan menjauh dari Anggy beberapa centi meter.
"Kok gue bisa tidur sama Anggy sih, dikamar nya pula".
Heran Jinan karna dirinya tak mengingat apapun dan kejadian semalam. Selalu, Lupa kejadian setelah mabuk.
Ia pun memeriksa pakaian nya dari atas sampai bawah, seingat nya semalam Jinan menggunakan dress. Tapi pagi ini Jinan terbangun dengan hanya menggunakan kaos kebesaran tanpa menggunakan celana lagi dibawah nya, ia hanya menggunakan celana dalam saja.
Jinan mulai keringat dingin dan ia berteriak kembali karna kertakutan apa yang ada di pikiran nya benar benar dilakukan oleh Anggy.
"AAAAAKKK!!!. ANGGY SIALAN, BANGUN GAK LO!!. HIKS LO APAIN GUE SEMALEM, ANGGYYY!!! HUAA".
Jinan kembali berteriak sambil menangis dan terus memukul mukul tubuh Anggy berharap wanita itu segera terbangun.
"Aww Aww Aww sakit ish, apa sih lo. Pagi pagi dah ribut bgt, Bisa gak sih kalo bangunin orang itu pelan pelan".
Anggy langsung terbangun dari tidur lelap nya karna kesakitan tubuh nya ditamparin oleh Jinan yang terus saja merengek.
"Lo apain gue semalem hah?, Kenapa baju gue beda? Trus kenapa kita tidur diranjang yang sama?. Hiks tanggung jawab lo, Kalo gue pecah perawan gimana hiks mamaaa~".
Bibir Jinan melengkung kebawah, ia menangis sambil menutupi sebagian tubuh nya dengan selimut dan kembali memukuli Anggy yang melongo memperhatikan dirinya.
"Aaww stop stop oke, stop!. Gausah pake mukul2, Lagian ya gue gak ngapa2in elo kok. Liat bentukan punya lo aja kagak, gimana mau merawanin lo coba. Gausah mikir yang aneh2 deh, ini masih pagi". Tangan Anggy menghadang tangan Jinan yang terus saja memukuli dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OUTSIDE LIMITS
AcciónPerjalanan kehidupan tidak selamanya akan berjalan mulus, terkadang kebahagiaan tak pernah terpisahkan dengan kesedihan. Bagaikan hujan dikala malam, tangis wanita itu bergema menggelegar semakin menjadi jadi. Wanita itu bernama Jinan Dwi Angkara, t...
