BRUGGHH...
Suara pintu mobil terdengar sangat keras kala Jinan menutup pintu mobil itu dengan cara dibanting. Dirinya masih merasa kesal dengan seseorang tadi yang jelas jelas menabraknya, namun tak ada kata maaf satupun yang terucap dari mulut wanita angkuh itu.
bayangan wanita itu teringat jelas dibenak Jinan dan membuat mood nya kembali hancur.
flashback...
"Awww, Maaf mba saya gak sengaja. saya lagi buru buru maaf ya". Ucap Jinan langsung meminta maaf pada orang itu. Ia masih terduduk dilantai dan mencoba berdiri.
"Kalo jalan liat liat makanya". Jawab orang itu sarkas menatap tajam mata Jinan.
Ingatan Jinan kembali terpaku pada kejadian tersebut, bibir nya menyeringai kesal. Namun kesadaran nya kembali dan ia pergi lagi untuk menemui kedua sahabat nya yang lama menunggu di restoran Sushi.
______
___
______
"Udah?, Napa muka lu ditekuk gitu Ji?. everything's okay?". Tanya Shiren begitu melihat Jinan datang dan kembali duduk disebelah Naura dengan wajah yang kusut dan kesal.
"yaa i'm okay, but i meet someone when i go to parking area. So annoying, ugh pen gua tendang tu orang". kesal Jinan akhirnya meledak juga.
"Kenapa sih, cerita cerita. siapa yang bikin our queen so mad". kini giliran Naura yang bertanya.
"Gue tadi kan pergi ke parkiran, trus pas dijalan gue ga sengaja nabrak cewe. I think she was wrong, too, karna posisi nya kita berdua lagi sama buru buru. and then, kita berdua tersungkur jatoh gitu aja depan banyak orang. But yang bikin kesel itu, Dia gamau minta maaf".
"And do you know what her say guys?, 'Kalo jalan tuh liat liat makanya' So sarcastic ughh". lanjut Jinan menyelesaikan cerita singkat nya.
"Posthink aja Ji, kali aja tuh cewe lagi pms atau hari nya lagi gak bagus. Jan menyimpulkan orang itu sombong cuma karna perkataan aja". Ujar Naura santai setelah mendengar cerita Jinan.
"Bener Ji, udahlah lupain aja. kita disini buat having fun, shopping, nyalon dll. So forgot it okay, Naura udah bayar Bill nya. Yuk cabut gue liat ada tas bagus tadi". Ucap Shiren kini sambil berdiri dan mengajak kedua sahabat nya untuk pergi dari restoran itu.
"Okay Okay. Ayo abisin duit kita hari ini. Buang saja masalah mu, jangan lah ragu ragu ikut bersamaku hahay". Ujar Jinan tertawa sambil bernyanyi kecil dan berjoget tipis.
"Lagu siapa itu ahaha"
"idk, but I've heard it haha".
Mereka bertigapun akhirnya kembali bersenang senang dan melupakan kejadian yang dialami Jinan tadi.
______
___
______
Hari demi hari telah berganti, Jinan dan keluarga masih menjalankan Aktifitas mereka masing masing. Orangtua Jinan masih saja selalu sibuk dengan pekerjaan yang mereka jalani. Dan Jinan sendiri masih disibukkan dengan kegiatan kuliah yang semakin hari juga semakin padat jadwalnya.
Namun ditengah kedamaian keluarga Angkara, Ada marabahaya yang mengintai mereka. Khusus nya Mike Dwi Angkara. Persiapan demi persiapan sudah dilakukan oleh Anggy dan juga Harun, waktu mereka berdua memang masih banyak, namun jika diselesaikan lebih cepat itu akan lebih baik menurut Harun.
Suara ketikan Keyboard terdengar begitu nyaring diruangan kecil dan gelap itu. Ntah apa yang dikerjakan oleh kakak beradik ini, namun kelihatan nya mereka sangat fokus dengan pekerjaan masing masing. Saat sedang sibuk dengan komputer didepan nya, Anggy mendengar Dering telfon yang langsung terhubung dengan earpeace nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OUTSIDE LIMITS
ActionPerjalanan kehidupan tidak selamanya akan berjalan mulus, terkadang kebahagiaan tak pernah terpisahkan dengan kesedihan. Bagaikan hujan dikala malam, tangis wanita itu bergema menggelegar semakin menjadi jadi. Wanita itu bernama Jinan Dwi Angkara, t...
