23# Stay Here

42 5 2
                                        

Apakah warna putih memang diciptakan untukmu?-Gabriel Oretha-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Apakah warna putih memang diciptakan untukmu?
-Gabriel Oretha-

~••~

Kota Jakarta yang ramai seakan berganti sunyi, pemandangan yang indah dari balkon kamarnya tidak bisa menggantikan keindahan gadis yang sedang dirinya dekap saat ini. Gabriel masih setia memeluk erat sesekali mengecupi belakang telinga Arunika, membiarkan angin malam menerpa mereka yang seolah tidak merasakan dinginnya malam ini.

"Enough, Gabi!"

"I can't."

"Don't cross the line!"

Gabriel terkekeh mendengarnya, dirinya tidak begitu peduli dan justru mengeratkan pelukannya sambil menjatuhkan kepalanya pada bahu mungil ini. Aroma mawar menyeruak menjadi candu untuknya, bahkan nikotin yang biasa dirinya hisap tidak bisa mengalahkan candunya aroma tubuh Arunika.

"Aku mau pulang, Gabi, ini udah malam."

"Baru jam sepuluh."

"C'mon!"

"Aku udah bilang kalau malam ini kamu tidur disini, kan?"

"Gabriel, please!"

"Just Gabi, Aru, your Gabi."

"You like giant baby right know."

"I'm."

Arunika menghembuskan napasnya lelah, jam rawan seperti ini akan membuat Gabriel bertindak dua kali lebih menempel padanya.

"Besok kita tinggal fitting baju sama pesan cincin, aku udah hubungin jewelry langganan Bunda."

"Ini beneran?"

"Beneran apa?"

"Kita beneran tunangan?"

Gabriel mengecup pelipis Arunika sebelum membalikkan tubuh kekasihnya perlahan, dirinya mencoba memberikan tatapan menenangkan sebisanya sembari merapikan rambut kekasihnya yang berantakan karena hembusan angin.

"Kenapa?"

"Like a dream, right?"

"Yes, my dream."

Arunika terdiam menatap dalam dua manik Gabriel yang selalu bisa membiusnya, begitu kelam seperti malam namun menenangkan. Ada ketakutan besar dalam dirinya tentang hubungannya dengan Gabriel dan pria ini memahaminya dengan sangat baik.

"Kamu gak perlu ngapa-ngapain, Aru. Kamu cuma perlu selalu disamping aku dan itu udah cukup."

"Gabi, tapi mereka semua gak tau soal aku. Gimana kalau sampai publik tau? Gimana kalau ada yang ulik masa lalu Mama? I can't, aku gak bisa lihat kamu dan keluarga kamu di caci maki karena aku, karena orang luar kayak aku."

Scars || Mark LeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang