//Sequel Ripple//
[Rumah Untukmu Pulang]
Mencintaimu sepadan dengan semua rasa sakit ini jadi biarkan aku tetap memeluknya erat sampai hari dimana aku tidak bisa lagi menggenggam harapan.
"Mari kembali jatuh cinta dan melakukannya dengan benar di la...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terima kasih karena tidak pernah menyerah. -Arunika Alyssum-
~••~
Hari dimana acara pertunangan Gabriel dan Arunika akhirnya tiba. Sebuah pesta sederhana yang dihadiri beberapa kerabat dekat juga sahabat-sahabat mereka. Mahendra tiba bersama dengan Erlang, sedikit terlambat karena ada beberapa kendala.
Mereka berjalan beriringan menuju tempat Bintang dan yang lainnya berada. Bintang, Rosetta dan Samudra baru tiba dari Jepang beberapa jam lalu dan langsung menuju ke lokasi acara. Ada Nathan juga Alva yang sudah berbincang hangat meramaikan acara paling dinantikan Gabriel ini, juga pastinya Renika yang tidak akan absen dalam acara ini.
"Bang!"
Seruan Nathan membuat yang lain menoleh ke arah Mahendra, Nathan nampak senang-senang saja dengan kehadiran Mahendra yang harusnya menjadi ancaman untuknya.
"Lo ngerepotin Bang Mahen mulu dah, Lang," Samudra membuka percakapan saat melihat keberadaan Erlang.
"Gue ditawarin bukan minta di jemput, lo baru balik dari Jepang bawa apaan?"
"Bawa badan! Jepang bikin mumet."
Bintang terkekeh mendengarnya, bagaimana tidak pusing jika pada akhirnya Samudra merangkap sebagai sekretarisnya karena Arunika sedang cuti dan sekertaris Gabriel hanya obrolan omong kosong belaka.
"Dapet bonus, Sam."
"Lo jangan bilang gitu dong, Bang! Ini manusia satu pasti minta traktiran kalau gini."
Mahendra ikut tertawa mendengarnya, "Gue yang traktir gak perlu ribut."
Samudra dan Erlang adalah yang paling muda diantara mereka, mereka berdua akan bertengkar jika bertemu dan saling bertanya kabar saat berjauhan. Ikatan mereka semua memang lebih kuat dari sekedar sahabat.
Meninggalkan perdebatan kecil yang tidak terlalu penting mereka akhirnya menikmati prosesi tukar cincin yang sedang berlangsung. Namun alih-alih fokus pada dua pemeran utama hari ini Mahendra justru menjatuhkan pandangannya pada seorang gadis yang berdiri tepat di samping Nathan, Renika Catra. Gadis itu tampak sangat cantik dengan gaun sederhana juga make up tipis dan senyumnya tidak pernah luntur selama acara berlangsung. Dia pasti ikut senang karena Gabriel berhasil meluluhkan Arunika setelah sekian lama.
Tidak lama kemudian gemuruh tepuk tangan tanda prosesi tukar cincin telah usai menyadarkan lamunan Mahendra, disampingnya Bintang menepuk bahu Mahendra pelan, "Gak akan ilang."
Meski sempat terkejut karena Bintang membuka percakapan dengannya lebih dulu mengingat pertemuan terakhir mereka terbilang sangat emosional tapi Mahendra mengembangkan senyum sambil merangkul adiknya.
"Iya tau, gak akan kemana-mana."
Diam-diam yang lain tersenyum lega melihat interaksi kakak beradik itu, pertengkaran mereka berdua tiga tahun lalu membekas kuat diingatan masing-masing. Renggangnya hubungan mereka berdua juga membuat persahabatan antar satu sama lain ikut merenggang. Masing-masing dari mereka menjadi orang lain dan menutup diri dari satu sama lain. Rosetta yang berdiri disamping Bintang berharap dengan kembalinya hubungan baik kakak beradik itu bisa kembali membuat persahabatan mereka semua utuh seperti sebelumnya.