//Sequel Ripple//
[Rumah Untukmu Pulang]
Mencintaimu sepadan dengan semua rasa sakit ini jadi biarkan aku tetap memeluknya erat sampai hari dimana aku tidak bisa lagi menggenggam harapan.
"Mari kembali jatuh cinta dan melakukannya dengan benar di la...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kota Jakarta mungkin punya banyak perubahan tapi mereka masih serupa sebelumnya. -Mahendra Vega-
~••~
Sudah lima belas menit sedari Mahendra menghentikan mobilnya didepan gedung Smansa. Tempat dimana dulu dirinya dapat menemukan Renika dengan mudah. Cafe depan sekolah yang menjadi saksi awal juga akhir hubungannya dengan Renika nampak berubah menjadi sebuah toko buku. Dalam enam tahun memang banyak perubahan yang terjadi, bahkan sekolahnya pun juga sudah direnovasi entah untuk keberapa kalinya.
"Langit Cafe juga udah berubah total, semuanya berubah dan terus berjalan maju tapi gue masih terjebak di masa lalu. Gue baru sadar kalau gue gak pernah bergerak kemanapun dalam enam tahun terakhir."
Mahendra memejamkan matanya pelan, mencoba menekan gejolak perasaan yang tiba-tiba menusuk dada. Setelah dirasa cukup Mahendra mulai melajukan mobilnya membelah jalanan kota Jakarta yang padatnya tidak pernah surut. Tujuannya saat ini adalah studio musik Aditya untuk bertemu pria itu.
Perjalanan menuju studio Aditya terasa sedikit lebih lama dari seharusnya karena lagi-lagi setiap kenangan di sepanjang ruas jalan Budi Utomo kembali menelisik masuk memenuhi setiap rongga ingatan Mahendra. Memang benar jika mengenang adalah cara paling nyata meminang luka tapi meskipun terasa sedikit menyakitkan mengenang juga obat dari setiap rindunya.
Mahendra sampai di studio musik milik Aditya dan lagi-lagi dirinya mendapati gedung ini juga terlihat berbeda dari terakhir kali Mahendra mengunjunginya. Pria itu berjalan ringan menuju ruang kerja Aditya, beberapa staf yang berpapasan dengannya nampak sedikit terkejut mendapati salah satu musisi kesayangan Aditya muncul setelah sekian lama menghilang.
Sebelumnya Mahendra sudah bertukar pesan dengan Aditya menanyakan tentang kapan bisa berdiskusi mengenai perekaman single yang akan dirinya rilis bulan depan. Babak baru dari karir Mahendra yang juga merupakan wujud dari janjinya pada kedua saudaranya.
Saat memasuki ruangan Mahendra dikejutkan dengan kehadiran Hara Syafira beserta seorang pria kecil dipangkuannya yang nampak antusias mendengarkan Hara bercerita entah tentang apa.
"Permisi."
Suara dari Mahendra mengintrupsi pembicaraan ibu dan anak itu, Hara nampak berbinar menemukan Mahendra sudah berdiri diambang pintu.
"Mahen, masuk dulu sini Ditya lagi keluar sebentar."
Mahendra mengangguk dan mengembangkan senyumnya melihat betapa senangnya Hara bertemu dengannya, dirinya merasa seperti disambut dengan hangat setelah sebuah perjalanan panjang.
"Dua tahun gak ketemu jadi tambah ganteng deh kamu, apa kabar?"
"Baik, Kakak sendiri?"
"Baik sih tapi agak repot dikit, eh iya kenalan dulu sama Ditya travel size." Mahendra terkekeh mendengarnya.