Dexter menyetir mobil seperti orang kesetanan. Dia melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, untung saja keadaan jalanan lumayan lenggang di karna kan sudah malam juga.
Kilatan emosi terpancar di wajah pria itu. Wanita ini benar-benar membuatnya kewalahan. Sifat dan tingkah nya berhasil membuat Dexter ketar ketir.
Tiba-tiba terlintas ingatan dimana Yoora pernah berkata ia akan mendekati semua lelaki yang berusaha mendekatinya.
Bugh!
Dexter memukul stir mobil dengan cukup keras. Ia segera menambah laju mobilnya agar cepat sampai di tempat gadis itu.
Pria itu keluar dari dalam mobilnya dengan langkah lebar. Disepanjang perjalanan menuju apartemen Yoora, Dexter hanya menatap lurus kedepan tanpa menampilkan ekspresi apapun.
Dia terlihat tenang seolah tidak akan terjadi apapun.
Sesampainya di sana, Dexter tampak memandangi pintu itu dengan cukup lama namun tak lama kemudian, Dexter mengulurkan tangannya memasukan sandi akses agar dia dapat masuk kedalam. Sehingga Dexter bisa menangkap basah kedua sejoli itu tanpa mereka sadari.
Pintu terbuka, tanpa ba-bi-bu Dexter Langsung masuk ke dalam apartemen gadis itu. Setelah masuk lebih dalam tepatnya di ruang tamu Dexter tampaknya melihat sesuatu yang terasa ganjal. Dia lantas bergegas menghampiri mereka berdua yang sedang asik berpelukan.
Dengan santai Dexter berjalan menuju kearah mereka lalu meninju wajah pria itu dengan cukup keras.
Bugh!!!
Yang diduga orang terdekat Yoora. Satu Bogeman mentah berhasil didapatkan pria itu.
Yoora sesaat terkesiap oleh aksi Dexter yang entah datang dari mana lalu tiba-tiba memukul wajah William. Seakan tersadar Yoora mencoba melerai Dexter yang brutal mencengkram jas William.
"Sial! Berani sekali kau menyentuhnya!" Nada bicara Dexter terdengar tenang dingin namun menusuk penuh ancaman.
Satu Bogeman lagi pasti meluncur jika saja Yoora tidak berusaha menahan Dexter.
"Apa yang kau lakukan!!! Datang tiba-tiba lalu memukuli William tanpa sebab!!! Kau gilaa!!"seru Yoora sambil mendorong Dexter agar menjauh dari William yang tampak kesakitan memegangi pipinya yang lebam.
"Ada apa Yoora kenapa berteriak?!!"timpal Marry yang datang dari arah dapur.
"Marry bantu aku cepat!"balas Yoora.
Marry segera menghampiri mereka. Dan terkejut mendapati Dexter tiba-tiba saja ada didalam apartemen milik Yoora. Lalu beralih menatap William, Marry membulatkan matanya setelah melihat keadaan William yang lebam di bagian pipi. Sesaat kemudian Marry paham. Wuhuu pertarungan yang sangat seruu. Batin Marry
"Pegang dia! Jangan sampai dia kembali memukul wajah William!"titah Yoora pada William agar memegangi Dexter. Yang masih tersulut emosi. Wajahnya memang datar tapi kilatan emosi masih terpancar jelas. Marry ragu-ragu memegang tangan Dexter. Aura pria ini berhasil membuat bulu kuduknya merinding.
Sedangkan Yoora memapah William supaya duduk di sofa. Lalu dia pergi ke arah dapur dan kembali membawa kain berisi esbatu. Duduk di samping William setelah itu mengompres lebamnya dengan esbatu.
"Sebenarnya apa niat mu! Datang tak diundang lalu tiba-tiba memukul wajah orang tanpa alasan"cerca Yoora sambil terus menempelkan kainnya tanpa menatap Dexter.
Pria itu tidak bergeming atau niatan menjawab pertanyaan Yoora. Gadis itu tampak menghela nafas panjang. Menoleh ke arah Dexter.
"Duduk!"titah Yoora. Namun masih tidak bergeming. Pria itu malah memalingkan wajahnya karena dongkol melihat wajah William yang santai seolah tidak melakukan kesalahan apapun.
