Gita masih memperhatikan Aaron dan istrinya hingga menghilang dari pandangannya. Dia mengepalkan tangannya di balik punggung. Dia marah dengan apa yang keduanya pertontonkan. Gita sudah lama menginginkan ciuman seperti itu dari Aaron. Hanya saja, bagaimanapun usahanya memancing Aaron, lelaki itu tidak pernah menanggapinya.
Sejak awal tujuan Gita adalah Aaron bukan Jean, pria yang dipacarinya sekarang. Jean hanya dia jadikan alat agar dia bisa dekat dengan Aaron. Gita terobsesi memiliki Aaron karena pria itu memiliki semua hal yang Gita inginkan. Mulai dari paras hingga harta yang dimiliki pria itu membuat Gita menutup mata atas semua penolakan Aaron terhadap perasaannya.
Melihat Aaron mencium istrinya begitu panas, Gita merasa pria itu mengkhianatinya. Dia yang selama ini berjuang namun, wanita lain yang mendapatkannya. Gita tidak terima, dia tidak bisa melihat Aaron bersanding dengan wanita lain. Dia benci istri Aaron, wanita itu tidak seharusnya bahagia di atas penderitaannya.
seperti orang yang kehilangan akal, Gita tertawa terbahak-bahak. "Aku ternyata salah mengambil langkah. Berpikir kalau kamu akan merasa kehilangan karena aku tidak muncul dihadapan kamu selama satu tahun. Sekarang kamu malah bahagia bersama wanita lain. Ini tidak adil, Aaron." Gita berjalan menuju mobilnya. Dia tersenyum pada security yang berjaga di sana seolah tidak terjadi apa-apa.
Gita mengendarai mobilnya menuju rumah Jean. Sepanjang perjalan dia menyusun banyak pertanyaan untuk pria yang berstatus sebagai kekasihnya itu. Jean tidak pernah memberitahunya kalau hubungan Aaron dan istrinya sangat harmonis. Sebelumnya dia sudah membayangkan kalau pernikahan Aaron dengan istrinya tidak berjalan dengan baik. Dia pikir dia masih bisa mengganggu Aaron seperti dulu.
Gita kemudian tiba di rumah Jean dan wanita itu langsung masuk tanpa menyapa asisten rumah tangga yang dipekerjakan pria itu. Gita merasa tidak perlu berbasa-basi pada orang rendahan seperti mereka.
"Gita? kamu kenapa nggak bilang mau ke sini?" Jean baru saja keluar dari dapur dan langsung menghampiri kekasihnya itu.
"Memangnya harus bilang dulu? Jangan-jangan ada yang kamu sembunyikan dariku." Jean tersenyum kecil.
"Aku tidak menyembunyikan apapun dari kamu," katanya seraya menarik kekasihnya itu duduk di sampingnya.
"Jadi, apa yang mau kamu sampaikan?" Jean bertanya lembut. Jean terlalu mencintai Gita sehingga dia seringkali menutup mata atas kesalahan yang kekasihnya itu buat. Terakhir kali mereka bertengkar karena Gita pergi dengan pria lain sementara perempuan itu sedang mengandung anaknya. Pertengkaran itu kemudian mengakibatkan mereka kehilangan anak yang dikandung Gita. Sejak saat itu Jean tidak pernah bisa marah pada Gita. Dia memaklumi semua kesalahan kekasihnya itu. Dan menuruti apapun yang Gita mau tanpa banyak protes. Tujuannya, jelas agar Gita bahagia. Agar Gita tidak sedih lagi setelah kehilangan anak mereka.
"Aku tidak tahu kalau Aaron dan istrinya sangat akur," kata Gita mulai mengorek informasi tentang kehidupan Aaron.
Senyum Jean perlahan memudar. "Aaron menikahi istrinya karena dia mencintainya, Git," kata Jean. Jean melihat sendiri bagaimana Aaron memperlakukan Rihany. Dia juga mendengar sendiri dari Aaron kalau dia jatuh cinta pada Rihany. Perempuan itu mampu menaklukan hati Aaron dengan mudah. Padahal Aaron setia mencintai seorang perempuan bertahun-tahun namun, Rihany membuatnya berpaling dengan cepat. Entah apa yang perempuan itu lakukan sehingga Aaron jatuh cinta padanya. Jean tahu Aaron bukanlah pria yang mudah jatuh cinta.
"Aku tidak pernah tahu itu." Gita tersenyum masam.
"Aku pikir dia akan menikah dengan cinta pertamanya," kata Gita lagi.
"Perempuan itu sudah menikah. Aaron tentu saja mencari penggantinya." Jean sejujurnya tidak pernah suka membahas Aaron dengan Gita. Dia bisa melihat bagaimana mata Gita selalu bersinar jika mereka membicarakan Aaron.
KAMU SEDANG MEMBACA
Karena Kamu
RomanceBerniat melupakan mantan yang masih menghuni hatinya, Rihany mengikuti saran temannya untuk pergi ke club malam. Di sana kemudian dia bertemu dengan Aaron Marvel Harisson. Dia mengira pria itu pria malam. "Saya akan memberikan kamu uang, sebagai gan...
