Rihany meninggalkan kota kelahirannya dan pindah ke Bali. Dia memulai hidup barunya di sana. Dia kemudian bekerja di sebuah supermarket sebagai kasir. Selama satu tahun berada di Bali, dia merasa hidupnya begitu tenang dan jauh dari masalah. Rihany memutuskan semua kontak dengan orang-orang dari masa lalunya termasuk Demon. Meskipun begitu dia belum bisa membuka hatinya untuk pria lain. Sampai saat ini dia masih mencintai pria itu. Terkadang dia tergoda untuk menghubungi pria itu. Memintanya untuk meninggalkan Netta. Rasanya dia ingin berbuat jahat sekali saja pada Netta. Hanya saja dia tidak yakin Demon mau melakukannya, karena perusahaan keluarganya bergantung pada perusahaan keluarga Netta.
"Setelah selesai kerja, kamu mau ke mana, Ri?" Tanya Bunga. Teman kerja sekaligus tetangga kos Rihany.Satu-satunya orang yang dekat dengannya hanyalah Bunga. Perempuan itu jugalah yang membantunya untuk bisa bekerja di supermarket tersebut.
"Nggak kemana-mana. Habis ini langsung pulang ke kos," jawab Rihany. Kebetulan bagian kasir sedang sepi jadi mereka mencuri waktu untuk mengobrol sebentar.
"Ini hari sabtu, Ri. Keluar, yuk cari pacar. Siapa tahu ketemu sama CEO. Terus nikah lalu kita berhenti kerja. Hidup cuma menikmati penghasilan suami." Rihany menggelengkan kepalanya mendengar angan-angan temannya itu.
"Aku berdoa supaya kamu ketemu sama CEO dan menikah seperti yang kamu mimpikan," ucap Rihany lalu dia tertawa geli melihat tingkah temannya itu.
"Kamu tahu, Ri. Aku sudah menjelajahi Bali, tapi sejauh ini belum ketemu sama CEO tampan seperti yang ada di novel-novel."
"Kamu terlalu banyak membaca novel." Bunga berdecak. Akibat terlalu banyak membaca novel, kriteria lelaki idamannya semakin tinggi. Hal tersebut yang menyebabkan dia tidak memiliki kekasih bertahun-tahun.
Pembicaraan mereka berdua terputus ketika barisan pelanggan datang ingin membayar belanjaan mereka. Dua jam kemudian, jam kerja mereka habis. Karena mereka masuk pagi, maka kasir akan digantikan dengan teman kerja mereka yang masuk siang.
"Aku dapat voucher diskon untuk masuk ke Diamond club'." Bunga memamerkan kertas kecil di tangannya. Saat ini mereka baru saja keluar dari gedung supermarket. Mereka akan berjalan kaki menuju kos. Hanya memakan waktu sekitar sepuluh menit untuk bisa sampai di sana.
Bunga merasa sangat bangga bisa mendapatkan kertas itu. Butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa mendapatkannya. Dia juga bersaing dengan orang lain untuk bisa mendapatkan kertas kecil itu.
"Ini berlaku hanya sampai besok. Dan aku tidak mau tahu, malam ini kamu harus mau menemaniku ke sana." Bunga memaksa. Dia mendapatkan dua voucher dan satu-satunya orang yang berpotensi untuk dia ajak hanyalah Rihany.
"Aku lebih nyaman tinggal di rumah. Maaf, iya, Bunga." Rihany tetap menolak. Setelah pulang bekerja, enaknya memang tidur. Mengembalikan tenaga yang habis setelah seharian berdiri melayani para pembeli. Karena besok mereka masih harus masuk kerja.
"Aku yakin kamu akan berubah pikiran nanti malam," kata Bunga sembari tersenyum penuh rencana. Dia memiliki satu senjata untuk bisa membujuk Rihany pergi bersamanya.
***
"Yakin, pakai baju yang itu?" tanya Rihany pada Bunga. Seperti dugaan Bunga, Rihany akhirnya berubah pikiran. Bunga menunjukkan sebuah postingan di sosial media tentang saudara tiri perempuan itu yang tengah berbadan dua. Postingan itu menunjukkan betapa bahagianya Netta menunggu kelahiran anaknya. Caption postingan itu membuat Rihany kembali merasakan lukanya berdarah. Karena sejujurnya dia belum bisa melupakan perasaan cintanya pada Demon.
"Satu-satunya cara untuk bisa melupakan pria itu dengan memiliki pacar baru," kata Bunga tadi. Dengan kata-kata manisnya dia berhasil membujuk Rihany untuk ikut ke club dengannya. Dan hal tersebut berhasil, Rihany mengangguk, setuju ikut ke club malam untuk melupakan sejenak rasa sakit hatinya. Dia akan mencari pria yang bisa membuatnya lupa dengan Demon dan juga rasa sakit hatinya pada pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Karena Kamu
Lãng mạnBerniat melupakan mantan yang masih menghuni hatinya, Rihany mengikuti saran temannya untuk pergi ke club malam. Di sana kemudian dia bertemu dengan Aaron Marvel Harisson. Dia mengira pria itu pria malam. "Saya akan memberikan kamu uang, sebagai gan...
