Adelia's.
Bukannya, Narendra tahu semuanya?
Bukannya, Narendra harusnya mengerti kalau sekarang ini—buatku—sudah cukup sulit?
Terus, apa yang barusan dia tanyakan?
"Ndra..." Kenapa rasanya aku lelah sekali sekarang? Meski begitu, tangisku bukannya reda, hatiku bukannya lega—malah tangisku kembali pecah, hatiku malah makin sesak setelah mendengar sederetan pertanyaan dari Narendra barusan. "Jangan gini, ya, Ndra? Please..."
Kepalaku menggeleng pelan dengan tatapan penuh permohonan, sementara Narendra kelihatan memejamkan matanya selagi ia menghela napasnya panjang.
Kami sempat terdiam cukup lama, aku menunggu sampai Narendra kelihatan tenang.
"Selama 3 bulan ini, aku menyembunyikan semuanya dan nggak tahu kapan aku bakal cerita ke kamu kalau hari ini berita itu nggak muncul." Gantian mataku yang memejam saat tangan Narendra terulur menyeka air mataku yang terus turun. "Saying everything to you right now is as difficult as that. Kalau menurutmu, apa yang aku omongin tadi nggak masuk akal—nggak bisa kamu pahami—bisa kita tunda dulu obrolan kita hari ini, Ndra?"
Padahal, aku cuma duduk di sini—berhadapan dengan Narendra—belum dalam waktu satu jam, tapi kenapa tenagaku sudah habis? Kenapa rasanya se-lelah ini?
"Oke. Aku minta maaf." Tangisku kembali pecah saat Narendra menarikku kembali masuk ke pelukannya. "Aku sama kamu kayaknya butuh waktu untuk tenang dulu," ucapnya yang mendadak membuatku panik. "I am not leaving." Seperti menenangkanku, Narendra mengeratkan pelukannya.
Di dalam pelukan Narendra—pelukan yang selalu aku dapatkan ketika pria itu pulang ke Surabaya atau saat aku pulang Jakarta, juga pelukan yang akan Narendra berikan ketika kami pergi tidur—tidak ada perasaan lain yang bisa aku rasakan selain perasaan nyaman, tenang, dan takut secara bersamaan.
Bagaimana jika suatu saat nanti pelukan ini—pelukan yang nyaman ini—tidak lagi bisa kurasakan?
Bagaimana caranya mengatakan ke Narendra kalau aku takut kehilangan semuanya? Kalau aku takut merasa terbiasa?
"I am not leaving. I shall be at your side."
Ini pertama kalinya ada yang mengatakan hal semacam ini kepadaku, kalau mereka tidak akan ke mana-mana—kalau mereka akan memihakku.
"Aku nggak tahu kamu bakal percaya atau nggak sama omonganku ini." Suara Narendra terdengar sangat pelan menyapa telingaku. "Kalau kamu bilang kita bisa memutuskan untuk menikah dengan mudah itu salah, Bu. Making the decision to marry is not as easy for me and you—both of us—as you claim. Do you truly not recall anything that happened before our wedding?" tanyanya, membuatku mengingat-ingat satu per satu kejadian yang kami berdua alami.
Aku merasakan Narendra menghela napasnya panjang, "Untuk ada di sini—keputusan yang kita buat sama-sama susah, Bu."
"Kamu, lebih tepatnya, Ndra..." Narendra diam, dan aku tahu kalau sekarang dia butuh penjelasan. "Sejak awal, aku nggak pernah punya pilihan untuk menerima atau menolak kamu. Semua sikapku di awal pertemuan kita itu—bukannya membuat Ayah dan Mama mau mengerti—aku malah yang dibuat sadar kalau aku nggak ada pilihan lain selain menuruti apa yang mereka mau.
"Aku pikir semuanya bakal dibatalkan kalau kamu yang menolak ide perjodohan itu, meskipun harus dipukuli pun aku bakal terima semuanya—asal keinginanku—sesuatu yang aku harapkan—masih bisa aku dapatkan nanti."
Narendra membawa salah satu tanganku untuk digenggamnya. "To marry someone you love?" tanyanya yang aku angguki lamban.
"Yang aku minta bukan hal yang muluk-muluk, Ndra. Yang aku minta itu sesuatu yang sudah sepantasnya semua orang dapatkan." Aku merasakan satu kecupan berlabuh di keningku lama. "Jadi, waktu kita akhirnya menikah dan aku mendadak merasa nyaman—aku jadi bingung. Seharusnya nggak begini, 'kan, ya, Ndra? Kalau dari awal mereka sudah memutuskan aku nggak pantas mendapatkan keinginan yang aku mau, seharusnya aku nggak bisa merasa bahagia kayak apa yang aku rasakan selama ini sama kamu, ya, 'kan, Ndra?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DISCONNECTED (COMPLETED)
Storie d'Amore[note : dilarang membagikan atau merepost cerita saya di menfess base twitter.] disconnected /ˌdɪskə ˈ nɛktəd/ : not connected to something. Nothing matters to them except the other person's perception of themselves. Achievement, success, intelligen...
