Perjalanan Cinta (Shaniel)

1K 79 9
                                    

Shani Indira adalah seorang yang sempurna. Tidak hanya bagi Oniel, tapi bagi semua manusia yang mengenal dia. Tingkahnya sopan, tutur katanya, dan juga hatinya baik. Oniel, laki-laki biasa aja itu beruntung mendapatkan dia.

Perjalanan cinta mereka dimulai saat di SMA. Oniel membuat Shani Indira tertarik. Menurut dia, Oniel adalah cowok yang biasa aja, jadi wanita itu suka.

Oniel, yang merasa dirinya tidak pantas, pada awalnya menolak saat didekati Shani. Pesan dari Shani nggak dibales, bekal yang diberi Shani juga tidak dimakan. Itu semua karena dia sadar, dia cuma orang biasa di kehidupan Shani.

Namun Shani Indira tidak menyerah. Melihat muka bloon Oniel saat didekati membuat dia semangat. Akhirnya dia menemukan kebahagiaannya setelah putus dari Shania Gracia.

Oniel mulai menerima Shani saat wanita itu dengan sadar merawatnya saatk sakit. Waktu itu Oniel udah lemes banget. Badannya remuk, orang tuanya lagi di luar kota. Jadi laki-laki itu meruntuhkan gengsinya, mengirim pesan kepada sang sempurna, Shani Indira, untuk datang ke rumahnya.

Shani Indira akhirnya datang, membawa bubur dan segala obat-obatan. Oniel hanya melihatnya, dengan tatapan kagum. Wanita itu ternyata benar-benar suka sama dia.

"Makan Niel," panggil Shani sambil menyuapi dia bubur.

Oniel hanya mengangguk, lalu membuka mulutnya. Dari jarak sedekat ini, laki-laki itu akhirnya jatuh pada pesona Shani Indira.

"Niel."

Oniel tidak menjawab perkataanya. Matanya masih fokus ke netra cokelat Shani. Saat tersadar, ia langsung memalingkan pandangannya. Keduanya merasakan keheningan dengan pipi bersemu merah.

Akhirnya sejak saat itu. Shani Indira dan Cornelio Vanisa tidak bisa dipisahkan oleh apapun. Hidup mereka bahagia berdua, mengalami masa suka duka SMA dengan saling mencinta.

***

Setelah satu tahun pacaran. Mereka berdua harus berpisah. Oniel lelaki biasa aja itu hanya kuliah di salah satu universitas swasta sedangkan Shani Indira pergi ke Australia untuk kuliah. Oniel hanya bisa tersenyum getir. Tembok perbedaan mereka makin tinggi.

Tidak ada drama-drama di bandara. Oniel masih takut bertemu orang tua dari si sempurna. Malam sebelum perpisahan, Oniel hanya mengajak Shani untuk ngobrol di taman komplek rumah wanita itu.

"Shan, kalo nanti kamu mau putusin aku. Putusin aja. Aku terima." Oniel bicara dengan nada bergetar. Perasaannya kalut. Dia sadar dia tidak bisa bersama selamanya dengan Shani Indira.

"Aku percaya sama kamu Niel," jawab Shani Indira. Sengaja tidak membalas perkataan Oniel. Wanita itu paham kalau Oniel merasa dirinya rendah.

Malam itu ditutup dengan sebuah pelukan perpisahan oleh dua sejoli yang sedang dimabuk asmara. Mungkin ini awal dari perjalanan masing-masing.

***

Tiga tahun kemudian, karena alasan jarak dan hal lain. Cornelio memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan Shani Indira. Wanita itu menangis sendirian di apartemennya di Adelaide sana. Sedangkan Oniel menangis di pinggiran Banjir Kanal Timur di sebelah motornya yang terparkir.

Laki-laki itu sadar, hidup tidak hanya untuk mengejar Shani Indira. Banyak yang harus dibahagiakan, terutama keluarganya.

Dari telepon, Oniel hanya bisa berkata,
"Maaf Shani. Ini untuk kebaikan kita berdua."

Shani Indira hanya membalas dengan bentakan. "KENAPA SIH KAMU GA MAU BERUBAH?"

"Aku bukannya ga mau. Aku ga bisa Shani." Air mata Oniel sudah keluar sedari tadi.

Cerita PendekTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang