"Lo pada di mana ngentotttt? Gue sendirian anjing." Itu suara ayahku saat sedang menelpon seseorang.
Aku tercengang. Ayahku tidak pernah ngomong kasar depanku. Saat mendengarnya aku jadi tertawa.
"Lu ngapa ketawa?" Mata ayahku memicing tidak suka.
"Lucu aja. Ayah ga pernah ngomong kasar depan aku," jawabku.
"Bentar. Stop bilang ayah ke gue. Masa iya baru dapet pacar, udah putus gara-gara lo bilang ayah-ayah. Gue masih dua puluh satu tahun," ucap ayahku ekspresif. Lihat, betapa ibuku mengubah semuanya. Sosok ayah yang aku kenal ada seorang yang tenang. Sejujurnya aku lebih suka ayahku yang seperti ini.
"Lima tahun lagi aku lahir kok," Ayahku terperanjat, lalu batuk karena asap rokoknya sendiri.
"Jadi maksud lo? Lima tahun lagi gue nikah?" tanya ayahku memastikan.
"Ga mungkin lah. Indah aja mau nikah umur 28," jelas ayahku.
"Bukan sama indah." Aku menatap matanya.
"Terus?"
"Sama Shani Indira," jawabku yakin.
"Tapi kalian ga bahagia. Kamu diselingkuhin dua kali." Maksudku bilang gitu biar ngga ada keinginan dalam diri ayah untuk mendekati Shani Indira.
"Hah? Shani Indira? Ngaco. Dia mana mau sama gue." Akhirnya ayahku insecure juga. Rencanaku sedikit berhasil.
Saat keheningan terjadi. Dering telepon terdengar dari hp ayahku. Kemudian langsung diangkat teleponnya.
"Halo? Iya kenapa Ndah?" Nada bicara ayahku terlihat panik.
"Kita putus." Ucapan Indah terdengar olehku.
Ayahku panik dilihat dari dia bingung mau ngomong apa.
Aku memberi kode dengan ucapan tanpa suara, "Jangan."
Namun sepertinya kodeku tidak digubris. Bak petir zeus diikuti kalian 500. Ayahku ngomong, "Yaudah Ndah,"
Saat teleponnya mati aku langsung teriak, "TOLOLLLL!!!"
Ayahku memberikan tatapan serius kepadaku. "Lo kok kenal gue? Emang beneran dari masa depan?"
"Iya," gumamku pelan.
"Coba buktiin."
"Cornelio Vanisa. Anak JMT. Bapaknya Lidya Djuhandar. Ibunya Melody Laksani. Lulusan SMA 22," ucapku panjang lebar.
Rekasi ayahku di luar nalar. Dia memundurkan badannya seakan-akan takut. Mukanya juga cengo.
"Beneran anjir?"
"Iya, tanggal lahirku 5 Desember 2027," ujarku menjelaskan.
"Tapi gue tertarik dengan cerita lo tentang gue nikah sama Shani Indira. Hihihi," tawanya.
"Jangan. Kamu bakal disuruh ninggalin JMT. Emang kamu mau?" Aku memberikan peringatan.
"Seorang Cornelio Vanisa? Menjauhi JMT? Tidak semudah itu anak muda," elak ayahku.
"Loh-loh kamu ga percaya?" tantang ku.
"Biar ketahuan caranya apa? Caranya adalah dengan menikahi Shani Indira dong," kata ayahku sambil tertawa. Anjing. Kesel banget. Dia malah niat deketin dong.
Haduh bodohnya aku. Seorang Cornelio kan kadang-kadang pikirannya di luar nalar. Bakalan gagal nih.
"Lagian kalo gue ga sama Shani Indira. Lo ga bakal lahir dong?"
"Gapapa aku ga dilahirin. Asal ayah bahagia." jawabku.
"Lagu Armada kali ahh asal kau bahagia." timpal ayahku asal.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Pendek
FanfictionKadang-kadang Zeeshel. Kadang-kadang juga kapal ghaib. Selamat datang!