..........
Hari ini sma Bimantara akan kedatangan tamu dari sma wijaya, karna kedua sekolah ini akan bertanding tim basket di lapangan basket sma Bimantara, tentu saja akan banyak suporter dari sma Wijaya yang datang untuk mendukung tim basket mereka.
Suasana sekolah juga jadi heboh dengan kedatangan para tim basket dari sma Wijaya yang sangat tampan tampan, selain itu banyak murid dari sma Wijaya juga bebas datang untuk mendukung tim basket sekolah mereka.
"Wow! ganteng banget coy yang itu!" ujar Gendis menunjuk ke beberapa anggota tim basket sma Wijaya.
"Semua aja lo bilang ganteng. dasarnya buaya betina loh!" ledek Verona.
"Beneran ganteng Verona. gua sampai bingung mau dukung yang mana?" saut Gendis yang heboh sendiri lihat cogan.
"Bukanya lo mau dukung tim basket sekolah kita?" tanya Verona.
"Tim basket sekolah kita udah keseringan gua dukung. sekarang gantian gua dukung tim basket dari sekolah lawan hehehe," jawab Gendis.
"Terserah lo deh," pasrah Verona.
Namun di saat itu saat melihat semua anggota tim basket dari sma Wijaya yang baru datang, Verona seperti mengenal wajah salah satu dari mereka, seorang laki laki yang tidak asing baginya.
"Sial! dia ikut tim basket juga?" kaget Verona baru sadar kalau ada Danu disana.
Verona juga baru ingat kalau Danu dari sma Wijaya, tentu saja laki laki itu pasti ikut tim basket, Verona merasa tidak ingin bertemu dengan Danu, kalau sampai Danu melihat nya dan mengadu awal pertemuan mereka, bisa gawat sampai Gendis dengar karna Gendis pasti akan langsung mengadu pada Linda, kalau Verona berantem lagi.
"Gua cabut aja deh," ucap Verona mau pergi dari sana namun langsung di tahan oleh Gendis.
"Mau kemana lo? lo nggak mau kenalan sama mereka?" tanya Gendis.
"Nggak makasih. gua ada rapat Osis keamanan," jawab Verona yang beralasan ada rapat.
Verona segera pergi dari sana selagi ada kesempatan dari pada nanti dia ketahun, Verona pergi kembali ke kelas nya, didalam kelas Verona melihat Samudra yang sibuk belajar dengan setumpuk buku di meja nya.
"Samudra! gua temenin di kelas ya?" ucap Verona yang ogah keluar kelas.
"Lo nggak nonton pertandingan basket antar sekolah?" tanya Samudra.
"Nggak. gua udah muak nonton pertandingan basket," jawab Verona beralasan saja.
"Sekolah kita lawan sekolah mana?" tanya Samudra penasaran.
"Sma Wijaya," jawab Verona membuat Samudra terkejut, Verona juga ikut kaget.
"Lo kenapa?" tanya Verona.
Samudra terkejut mendengar nama sekolah yang akan melawan sekolah nya di pertandingan basket harus ini, sma Wijaya adalah sekolah lama Samudra dulu sebelum akhir nya dia pindah ke sma Bimantara.
Tentu saja Samudra sangat terkejut, kalau sampai teman sekolah nya ada yang melihat dia di sekolah ini pasti akan terjadi masalah besar, Samudra harus tetap di kelas dan bersembunyi dari semua murdi sma Wijaya.
'Kalau sampai mereka tahu gua pindah sekolah ke sini. pasti Dira akan marah!'
Verona merasa ada yang aneh dengan Samudra, dari tadi laki laki itu diam saja melamun.
"Lo kenapa?" tanya Verona sekali lagi.
"Nggak papa," balas Samudra agak panik.
"Lo mau nonton pertandingan basket nanti?" tanya Verona.
"Nggak," jawab Samudra yang tidak mau muncul di depan semua murid sma Wijaya.
"Bagus deh. gua juga lagi nggak mood nonton basket," tim paling Verona ikut senang.
Di saat kedua nya sedang berduaan di kelas, tiba tiba saja datang Bini yang mengejutkan kedua manusia di dalam sana.
"Verona! ada rapat dadakan Osis keamanan!" ujar Vini dengan nafas memburu.
"Sial!" kesal Verona karna alasan dia pergi dari sana karna ada rapat Osis, dan sekarang alasan palsu nya itu menjadi kenyataan.
"Sam! gua rapat dulu! lo hati hati di kelas, kalau ada bajingan ganggu lo kabari gua," ujar Verona seperti seorang ibu saja.
"Ayo cepetan setan!" seru Vini sambil menarik Verona pergi dari sana.
...............
Disisi lain terlihat Gendis sedang sibuk menonton pertandingan basket antar sekolah yang sebentar lagi akan di mulai, Gendis menonton bersama dengan teman sekelas nya bernama Bunga.
"Gua nggak sabar pertandingan nya di mulai!" ucap Gendis sudah standby.
"Lo ngapain pegang bendera tim lawan? lo mau jadi penghianat tim sekolah kita?" tanya Bunga heran dengan Gendis.
"Iya. gua mau dukung calon masa depan gua," jawab Gendis halu nya ketinggian.
"Idih. ada ada aja," heran Bunga.
"Verona mana? nggak ikut nonton?" tanya Bunga.
"Iya. katanya ada rapat Osis keamanan," jawab Gendis.
"Tumben benget, biasa nya dia paling suka nonton pertandingan basket, rapat Osis aja dia tinggal," saut Bunga kaget.
"Mungkin lagi nggak mood dia," jawab Gendis.
Pertandingan basket akhir nya di mulai, sorakan dari berbagai sekolah terdengar sangat keras di lapangan basket, para penonton memberikan support kepada tim basket yang akan bertanding.
"Gendis!" panggil Bunga.
"Apaan sih?" tanya Gendis risih.
"Gua pernah dengar kalau Samudra tuh mantan murid dari sekolah sma Wijaya," ucap Bunga mengejutkan Gendis.
"Yang benar? lo nggak lagi ngeprank gua lagi kan?"
"Nggak. gua yakin sih gosip yang gua dapat itu valid, tapi kalau lo nggak percaya yaudah. kembali kepada kepercayaan masing-masing," saut Bunga.
"Halah! palingan juga bohong, tapi kalau benar juga bukan urusan gua sih," saut Gendis bodoamat.
"Gua cuma niat kasih tau lo aja, kalau kemungkinan juga Samudra di keluarkan dari sekolah nya karna cacat," beritahu Bunga.
"Itu mungkin sih."
"Btw Verona suka ya sama Samudra? mereka sering banget dekat," tanya Bunga penasaran.
"Entahlah. lo tanya aja sama orang nya sendiri," jawab Gendis.
"Gua heran sih kenapa Verona mau dekat sama sama anak cacat? dia nggak malu di jadiin bahan gosip satu sekolahan?" ujar Bunga mulai gibah.
"Verona lebih malu punya teman kayak lo."
"Gendis!"
...............
KAMU SEDANG MEMBACA
Imperfect love [ End]
Novela JuvenilKisah seorang gadis bernama Verona memiliki status sebagai ketua OSIS keamanan di sekolah nya. suatu hari dia di pertemukan dengan seorang laki-laki bernama Samudra murid pindahan yang memiliki kondisi lumpuh pada kedua kaki nya. Verona dan Samudra...
![Imperfect love [ End]](https://img.wattpad.com/cover/347461152-64-k582950.jpg)