🍃˚ ༘ ❝ 𝐁𝐔𝐌𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 « 🍒
follow dulu yaaa sebelum baca, maaciii
(Jaerose focus)
Bandung adalah kota yang indah, banyak cerita yang telah di ukir anak kelahiran 97line saat masa masa kuliah mereka disana, di Bandung dan bumantara.
Start. ; 2...
Menghela nafas perlahan kemudian ia beranjak mengambil selimut di lemari dan menyelimuti keduanya.
"Cantik" Enzo terkekeh lalu menyelipkan beberapa helai rambut Miran, lalu mencium dahi raela yg di dekap miran.
Wajahnya tidak langsung mundur setelah membubuhkan kecupan di dahi raela, namun dia dekatkan pada dahi Miran lalu mengecupnya pelan.
"Zo ini-
Enzo terhenyak lalu segera bangkit, wajah jeffrey terlihat biasa saja, namun bukan jeffrey yg mengalihkan perhatian Enzo, namun bara.
Bara menaruh obat titipan Miran dengan keras "gue keluar" lalu keluar ntah pergi kemana.
Enzo menatap punggung sahabatnya Nanar.
"Gausah merasa bersalah, bukan kita yang mau rasa cinta itu hadir" jeffrey menepuk pundak Enzo perlahan.
Enzo mengangguk lalu mendudukan dirinya di sofa dengan lesu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bara menyelupkan kakinya ke kolam dengan helaan nafas panjang.
"Gue pikir dinding nya cuma satu tapi ternyata dua" kekeh bara.
Ka mirpasti bakal lebih memilih yg satu keyakinan sama dia kak
Kalimat yang raela lontarkan beberapa hari yg lalu kembali berputar di otaknya.
"Nangis aja ka"
Bara menoleh kebelakang, raela.
"Kok bangun el?" Tanya bara.
Raela mendengus "aku kebangun gara gara Kaka naro obatnya kenceng banget! Kaget tau!"
Bara terkekeh "maaf yaaaa" dia menarik raela agar duduk di sampingnya.
"Lupain ka mir ya" celetuk raela.
Bara mengangguk "di lupain kok"
"Jangan rebut Ka Miran dari ka Enzo yaaa.."
"Ngga el, kamu pikir Kaka egois?" Bara tersenyum teduh memandangi raela.
"Maaf ya ka" ujar raela sedih.
Bara terkekeh "Kenapa minta maaf si? Sana bobo lagi" bara mendorong raela masuk kedalam secara perlahan.
Bara terkekeh pelan, memang sejak kapan ada yang mendukungnya? Di mata anak kos hanya teman temanya saja yang menonjol, sejak awal dia merasa tersisihkan bahkan raela sendiri pun tidak berusaha menenangkanya, gadis itu lebih peduli pada Miran dan Enzo.
Dia beranjak masuk kedalam dengan wajah datar seperti biasa, anak kos mengangkat bahu acuh, sudah biasa bara seperti itu.
"OY BAR!" jiho berlari dengan tergopoh-gopoh untuk merangkul bara.
"Lo tau gasi? Gue abis bikin sosis solo, mau nyoba kaga?" Jiho membawa bara ke ruang makan dan menyajikan sepiring sosis solo untuk mereka.
"Enak ga?" Tanya jiho.
Bara menatap sosis solo di tanganya, tanpa sadar air matanya lolos begitu saja.
Jiho memekik kaget lalu beranjak memeluk bara.
"Nangis aja gapapaaa, gue temenin ya?" Jiho menepuk nepuk pundak bara perlahan berharap dapat menenangkan pria di dekapanya.
"T-thanks Jo" ujar bara.
Jiho memutar bola matanya "HO AJA NAPASI JANGAN JO! kek Cowo"
Bara terkekeh "mana ada cowo cantik!"
"Gue emang cantik sie" seru jiho.
"Lain kali kalo mau nangis ke kamar gue aja, gue siap peluk Lo kok"
Bara tersenyum "makasih ho"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.