(28)kau siapa

104 8 0
                                        









































" Sialan kau berani datang kesini" ujar jisung marah besar saat kedua pemuda itu masuk lebih tepatnya jisung marah kepada salah satu anak itu

Junkyu bangun dan menarik jisung menjauh dari anak muda itu agar tak mengenai pukulan jisung. Jihoon melakukan hal yang sama menahan jisung yang terlihat emosi bukan hanya jihoon semuanya ikut marah begitu juga dengan junkyu namun junkyu berusaha tenang.

Junkyu menyuruh mereka duduk dengan jisung dan yang lain berdiri. Junkyu menatap lekat pemuda di depannya yang sangat mirip dengan seseorang di masa lalunya, junkyu mendongak agar air matanya tak jatuh kini mata junkyu juga menatap pemuda lain yang kini senyum kecut di bibir junkyu.

Jihoon dan jisung mengelus pundak junkyu, junkyu tersenyum dan kembali menatap kedua pemuda itu.

" Anak Lee Jeno dan Ha yoonbin benar" ujar junkyu membuat kedua pemuda itu terkejut. Junkyu yang mendapatkan keterjutan mereka membuat raut wajah yang sulit di artikan " jadi dia masih hidup" ujar junkyu lagi membuat suasana di ruangan mencengkam.

" Jun" ujar Jake di balas senyum oleh junkyu, Jake menghela napas membiarkan junkyu mengatakan apapun.

" Kenapa kau datang kesini, apa kalian teman ketiga putra ku" ujar junkyu membuat dua pemuda itu terkejut dan menatap junkyu sembari mengangguk.

" Kami senior mereka" jawab anak yang junkyu katakan anak ha yoonbin.

Junkyu mengangguk " Ju, Niki kalian yang membawa mereka kesini bukan jadi itu tugas kalian menemani mereka, aku akan pergi keluar sebentar" ujar junkyu pergi meninggalkan ruangan ayden, junkyu tahu betul siapa kedua anak itu karena wajah mereka langsung mengingatkan junkyu dengan dua pria yang menghancurkan hidupnya.

Di ruangan ayden kini semuanya duduk di sofa yang ada dan beberapa duduk di kursi, Jake dan jaehyuk menghela napas bahkan kini para seme murung bukan main membuat suasana canggung " om jika kami boleh tahu kenapa bunda si kembar mengenali Daddy kami" ujar anak Jeno. Jihoon menatap anak itu dan kembali menghela napas.

" Ayah mu orang yang membuat si kembar ada agar kehidupan junkyu hancur" ujar jisung membuat junghwan dan Niki terkejut bahkan kedua pemuda itu ikut terkejut.

" Jadi kami saudara" ujar Niki menunjuk anak Jeno namun di balas gelengan oleh jaehyuk.

Saat jaehyuk akan menjawab Asahi sudah lebih dulu menjawab " tidak, ayah dia mengambil 3 sperma berbeda dan memasukkan ke dalam rahim bunda kalian sehingga kalian tak mirip, junkyu tak mengambil pusing masalah itu karena bagi junkyu kehadiran kalian sangat berharga namun ayah dia" Asahi menunjuk anak yoonbin " pria yang junkyu cintai meninggalkan nya dalam kondisi junkyu saat itu sedang hancur kehilangan orang tuanya dan beberapa orang yang menganggap junkyu pembawa sial, padahal junkyu dan yoonbin akan menikah beberapa bulan setelah kematian orang tua junkyu namun takdir berkata lain, yoonbin di kabarkan meninggal, hati junkyu hancur, berlahan junkyu menutup hatinya hingga membeku dan kini kalian datang membawa fakta bahwa orang yang selama ini junkyu tunggu masih hidup dan memiliki anak" ujar Asahi menyudahi cerita singkatnya karena mereka hanya mengetahui hal itu. Tanpa mereka sadari ayden sudah sadar dan air matanya mengalir begitu saja.

" Bunda" lirih ayden membuat semua mata menatap ayden yang sedang menangis, junghwan dan Niki langsung berlari ke arah ayden yang menangis. Asahi dan mashiho ikut mendekat dan mengelus punggung si kembar. Yedam mendekap ayden membiarkan ayden menangis di pelukannya.

" Saya mohon menjauh dari hidup si kembar jangan tampakkan diri kalian ke junkyu lagi" final sunghoon membuat kedua pemuda itu terkejut dan mengangguk. Mereka keluar dalam keadaan yang hancur juga karena tindakan sang ayah di masalalu berimbas ke hidup mereka. Mereka berdua kecewa dengan ayah mereka tapi mereka bisa apa bahkan mereka tak di anggap di rumah mereka oleh ayah dan ibu mereka.

Junkyu kembali dan menatap kedua pemuda yang kini menatap sendu ruangan ayden, junkyu tak menemui mereka karena hati junkyu masih belum bisa menerima mereka, memang benar bukan mereka yang salah namun wajah mereka mengingatkan junkyu akan ayah mereka.

" Kenapa, kenapa Daddy harus menghancurkan hidup orang yang gue sayang kenapa Daddy hancurkan hidup permata mereka sialan" marah anak Jeno membuat junkyu yang menatap dari kejauhan terkejut jadi anak Jeno menyukai anaknya. Junkyu tidak ingin anaknya merasakan apa yang di rasakan.

" Gue juga benci dengan Daddy gue kenapa ia harus menjadi alasan bunda si kembar hancur kenapa harus dia bangsat" teriak anak yoonbin frustasi bahkan kini tangan mereka sudah berdarah karena meninju dinding sebelah ruang rawat ayden.

Tangan mereka sudah terluka tapi mereka berdua tidak berhenti ketika sebuah tangan menghentikan mereka. Kedua pemuda itu menoleh dan terkejut melihat ada junkyu di sana, mereka meringis dan menarik tangan mereka menyembunyikan di belakang tubuh mereka. Junkyu tak berkata apapun, junkyu masuk dan melihat ayden sedang duduk bersama yang lain sesekali bercerita meski ayden terlihat tidak semangat. Junkyu mendekati ayden dan memeluk sang anak

" Anak bunda kenapa murung hmm, apa masih ada yang sakit" ujar junkyu mengelus kepala sang anak, ayden memilih diam dan memeluk tubuh junkyu bukan hanya ayden kedua anaknya yang lain ikut memeluk junkyu membuat junkyu bingung namun junkyu tetap tenang membiarkan malaikatnya memeluknya.

" Maafkan kami Bun hiks kami salah" ujar mereka serentak entah kembar atau hanya kebetulan membuat junkyu Tersenyum dan mengecup puncak kepala mereka bergantian.

" Jika kalian salah bunda sudah memaafkan kalian jika kalian tak salah bunda juga sudah memaafkan kalian jadi jangan menangis bunda tidak suka melihat anak bunda seperti ini hmm" ujar junkyu membuat ketiga anaknya mengangguk namun masih menangis membuat junkyu gemes dan melupakan tujuannya masuk.

Junkyu menatap sunghoon " sung tolong obati anak Jeno dan yoonbin mereka terluka setelah itu antarkan mereka pulang tapi jangan sampai tahu bahwa itu kau oleh ayah mereka" ujar junkyu di balas anggukan oleh sunghoon dan kini sunghoon keluar dari sana dan mendapati anak Jeno dan yoonbin masih di sana dengan darah yang sudah menetes ke lantai, sunghoon sempat terkejut namun tak lama saat melihat dinding di depan mereka berdarah.

" Ikuti saya" ujar sunghoon pergi keruangan nya dan mengobati kedua pemuda itu, mereka tak meringis sedikit pun seolah itu semua hal biasa mereka dapatkan membuat sunghoon ingat kepada jaehyuk yang mendapatkan kekerasan terhadap anak di bawah umur saat mereka masih sekolah dahulu.

Sunghoon mengobati mereka dan mengantarkan mereka pulang sesuai dengan apa yang di perintahkan junkyu bahkan saat sunghoon mengantarkan mereka berdua sunghoon menggunakan mobil milik sunoo agar Jeno tak mengenalnya dan juga sunghoon menggunakan kacamata hitam agar yoonbin tak mengenalinya bukan takut bertemu tapi sunghoon hanya mengikuti permintaan junkyu saja.

" Siapa nama kamu"










To be continued



Thanks you guys

junkyu, AJN and friends Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang