Bab 21

5.3K 370 22
                                        

22.00 Wib

Zee terbangun dari tidurnya, tubuhnya terlihat sangat berantakan dengan tanah yang menempel di beberapa bagian baju dan badannya, mata Zee sudah sembab dengan hidung yang merah efek dari dirinya yang terlalu lama menangis

" Eughh...astaga aku ketiduran, ini udah gelap ya" ucap Zee melihat sekeliling

" Puh!...sepuh! jangan gangguin aku ya, aku mau jenguk mama doang, jangan ada yang nyapa apalagi nongol tiba-tiba " ucap Zee sedikit waspada dengan mata yang melirik daerah pemakaman

" Aduh, udah jam berapa sih ini? Astaga udah jam 10 malam, mama mah! kan Zee udah nitip pesan sebelum tidur bangunin Zee satu atau dua jam lagi " ngerutu Zee sendiri

Zee mencoba mengambil hp di sakunya " pakai acara habis baterai lagi nih hp, ini gimana cara aku buat pesan ojek online, sekarang pasti kakak dan Cici panik nyariin aku enggak ada kabar" ucap Zee

" Udah deh aku pulang aja, Mama Zee pamit pulang dulu ya ma, besok Zee kesini lagi sama kakak dan dedek, Mama yang tenang disini, ingat surat Zee yang tadi mah, jangan lupa datang ke mimpi Zee, dadah mama, Zee sayang mama, " ucap Zee mencium batu nisan mamanya dan perlahan-lahan dia jalan keluar dari daerah pemakaman mamanya

" Ini gimana aku pulang nya ya, masa jalan kaki sampai rumah, bisa tanggal nih kaki kalau jalan sampai rumah, hm Kak Chika dan Ci Ge pasti khawatir aku belum pulang, terakhir aku izin ke kantin rumah sakit sama mereka " ucap Zee berjalan sendirian di kegelapan malam

" Azizi bodoh Asadel bisa-bisanya hanya bawa uang buat ongkos pergi doang, fix ini aku bakal jalan sampai rumah, tuhan berilah keajaiban untuk aku bertemu orang baik, kalau ngak ketemu orang baik minimal kuatkan kaki Zee jalan sampai rumah tuhan " pinta Zee

Zee terus berjalan sekitar 30 menit dari pemakaman mamanya
" Aduh kaki aku capek banget ngelanjutin perjalanan, istirahat bentar deh disana " Zee mengistirahatkan kakinya untuk duduk di halte, kaki Zee sudah pegal-pegal karena perjalanan yang dilakukan

Di halte tempat Zee istirahat ada cermin yang bisa digunakan buat bercermin " astaga Zee kamu dekil banget kaya gembel, ada kaleng ngak ya! bisa nih penampilan kaya gini aku ngemis, tapi dipikir-pikir mana ada pengemis secantik dan sekeren aku " ide bodoh keluar dari kepala Zee

Di halte tempat Zee istirahat ada cermin yang bisa digunakan buat bercermin " astaga Zee kamu dekil banget kaya gembel, ada kaleng ngak ya! bisa nih penampilan kaya gini aku ngemis, tapi dipikir-pikir mana ada pengemis secantik dan sekeren aku " i...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Photo Zee saat bercermin di halte, ini dari segi mananya dekil azizoy

Malam kali ini cuaca cukup bersahabat, langit malam dipenuhi bintang-bintang menemani perjalanan Azizi
" Lanjut lagi deh, ntar makin larut malam " ucap Zee yang kembali melanjutkan perjalanannya

Di persimpangan jangan ada beberapa preman yang berkumpul dan membuat Azizi sedikit takut, walaupun dia bisa bela diri tetapi untuk menghadapi kumpulan preman yang lebih kurang 5 orang akan terasa sulit

Saat Zee mendekat ke arah mereka untuk lewat, jalan Zee di cegat " mau kemana neng ? Sini sama Abang neng, kita happy-happy malam ini " ucap preman mendekat ke arah Zee

After D-Mami [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang