Grace menari dengan liar di tengah-tengah manusia yang membanjiri club malam mewah yang terkenal di salah satu kota di Bali. Menggoyangkan pinggul nya mengikuti irama lagu yang berhasil membuatnya menghilangkan sedikit pikiran nya yang berkecamuk.
Tidak ada Joy kali ini bersama nya, Grace pergi sendiri kesini jam 12 saat mereka sebenarnya sudah tertidur, sementara saat ia ingin membangunkan Joy, wanita itu sama sekali tidak ingin bangun. Jadi Grace memutuskan untuk datang kemari sendiri, menikmati waktunya dan bersenang-senang, melupakan segala kejadian yang terjadi belakangan ini. Dengan keadaan yang hampir mabuk, Grace tak hentinya bergoyang, bahkan sesekali tertawa pelan saat membiarkan seorang pria memegang pinggul nya dan berjoget bersamanya. Grace ingin menikmati waktunya hari ini, bahkan tak perduli saat pria yang tidak di kenalnya itu semakin merapatkan tubuh mereka, menari dengan liar dengan gesekan tubuh mereka yang menjadikan malam ini semakin panas.
Pria itu meraba seluruh tubuh Grace, bahkan berhenti lama di sekitar dadanya, memainkan nya, sesekali meremas bokong nya, atau bahkan mengecup leher jenjang nya yang terbuka. Grace memejamkan mata, menikmati sentuhan pria itu pada tubuhnya. Pria itu membisikan kata-kata sensual untuk menggodanya, Grace yang merasa tergoda melihat kebelakang kearahnya, pria yang sedang memeluknya dari belakang itu tersenyum saat tatapan mereka bertemu. Pria tampan dengan warna mata coklat itu menatapnya menggoda, membuat Grace tanpa sadar ikut tersenyum, membalikan badan nya utuk menghadap pria itu, serta mengalungkan tangan nya di leher pria itu dan mengikis jarak di antara mereka.
Tarian mereka semakin tak terkendali, begitu juga dengan yang lain, Grace dan pria itu bahkan menari dengan tubuh yang terlalu dekat, tanpa jarak sehingga memudahkan tangan pria itu mengjakau tubuh seksi Grace. Grace menikmati saat pria itu mulai mencium bibirnya dengan liar, tangan besar pria itu menjalar masuk ke dalam dress yang dipakai Grace malam ini, membelai paha dalam miliknya sehingga membuat Grace menggelinjang, Grace semakin memperdalam ciuman mereka kemudian dengan sengaja menggesekan inti mereka dengan panas, membuat pria yang sibuk menggerayangi nya ini menggeram.
"Kau sangat nakal." bisik pria itu sensual seraya menjilat daun telinga Grace.
Grace tertawa pelan dan semakin mengeratkan pelukan mereka. Pria itu menarik tangan Grace, mengajak Grace keluar dari kerumunan lalu membawa Grace menuju parkiran untuk membawa wanita itu ke hotel. Grace mengikutinya dengan senang, pria ini tampan, tentu saja dia mau menghabiskan malam ini bersamanya.
Tepat sebelum pria itu membawa Grace ke mobilnya, sebuah tarikan kasir membuat genggaman tangan mereka terlepas. Grace terkejut bukan main saat melihat bahwa yang melakukan itu adalah Ken. Pria itu lagi.
Grace yang mabuk tertawa sinis melihat Ken menghentikan mereka, kembali muncul di hadapan nya, dan membuatnya kembali pusing. Grace tidak tau apa yang pria itu inginkan, Grace bahkan sudah mengatakan kepada pria itu untuk tidak menemuinya lagi.
"Siapa kau?" tanya pria yang bersama Grace dengan nada tak suka, memperhatikan Ken yang menatap mereka datar.
"Pergi sekarang."
Pria itu tertawa kencang, seolah merasa lucu karena ucapan Ken barusan.
"Apa hak mu? sebaiknya jangan mengganggu kami."
Ken beralih menatap kearah Grace yang hanya diam, alkohol semakin memengaruhi dirinya, belum lagi Grace yang sudah terlalu muak dengan Ken.
"Dia kekasihku. Lepaskan sekarang." jawab Ken kemudian mengalihkan pandangan ke arah pria itu lagi.
Grace sontak melotot dan menatap Ken dengan ngeri. Grace merasa masih cukup sadar saat mendengar Ken mengatakan hal itu.
Belum sempat Grace protes, Ken sudah menarik tangan Grace mengikutinya, membawa wanita itu masuk ke dalam mobilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Friend's Husband
RomantikMenjatuhkan pilihan kepada seseorang yang salah, lalu memilih melanjutkan dan menjalani nya. Cinta yang dipaksakan begitu nyata sehingga membuat Grace harus menyakiti perasaan wanita lain nya. Grace dan Ken memulai semuanya dengan sadar, lalu merek...
