25. Choose One Person

1.1K 27 0
                                        


       Kaki Grace berjalan dengan sedikit terhuyung di atas pasir putih yang menenggelamkan kedua kaki nya dengan cukup dalam, di sebelahnya Kale terus menggenggam tangan nya dan selalu menjaganya untuk tetap seimbang. Kale tersenyum lembut melihatnya yang cukup kesusahan namun dengan keras kepala memilih untuk terus maju menuju tepi pantai dan tak perduli meskipun pasir putih itu membuat langkahnya menjadi semakin sulit.

Setelah berbulan-bulan lamanya selalu berada di dalam rumah dan tak pernah menghirup udara bebas, Grace memohon kepada Kale agar membawanya untuk pergi kemana pun karena dirinya sungguh teramat bosan karena terus berada di rumah bak istana yang dimiliki Kale dengan waktu yang cukup lama. Kale tentu saja menolak dengan tegas karena posisinya cukup berbahaya untuk Grace bisa keluar rumah untuk sekarang, Kale menjanjikan akan membawa Grace kemana pun yang dirinya mau jika Kale telah menyelesaikan urusan nya dengan Ken. Keluar rumah saat Ken masih menyerangnya habis-habisan bukanlah ide bagus. Namun bukan Grace namanya jika tidak berhasil membujuk Kale dengan segala bujuk rayunya yang akhirnya membuat Kale kalah.

"Hati-hati."

Kale memeluk pinggang Grace yang tampak berbinar dan tak perduli dengan pasir-pasir yang menempel di sekitar kakinya. Angin pantai yang cukup kencang menerpa tubuh mereka, rambut indah Grace yang dibiarkan tergerai terlihat beberapa kali menutupi wajahnya karena terpaan angin, dan juga dress yang dikenakan Grace terbang kesana kemari tanpa arah sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.

"Aku ingin kesana." Kale mengikuti arah tangan Grace yang menunjuk ke sebuah kapal yang sedang bersandar yang memang telah di siapkan nya untuk mereka. Villa miliknya yang terletak cukup jauh dari pusat kota dan perjalanan panjang mereka yang melelahkan seolah terbayar dengan keindahan yang tersaji sekarang, melihat Grace yang semangat dan tak henti-hentinya bersikap bahagia berhasil membuat Kale tanpa sadar tersenyum lebar. Senyuman yang sangat jarang diperlihatkan nya.

Kale mengangguk dan kembali menuntun Grace dengan sempurna untuk menuju ke arah kapal yang ditunjuk Grace sebelumnya. "Kita akan kesana."

"Apakah kita akan naik kapal itu?" tanya Grace penuh harap.

"Ya. Di dalam sana sudah ada Aro yang menunggu." jawab Kale ringan dan memberikan kecupan di bibir merah Grace.

Sebelum membawa Grace kemari dengan penuh perhitungan Kale telah menyiapkan semuanya termasuk keamanan mereka, mungkin saat ini tidak terlihat siapapun selain mereka berdua yang ada di pantai ini, tapi sesungguhnya seluruh anak buah Kale telah berada disini dan menjaga di tempat-tempat aman yang tak terlihat sejauh mata memandang. Hidupnya tak lepas dari serangan-serangan musuhnya, jadi keamanan tentu saja menjadi prioritasnya nomor satu, terlebih ada Grace yang harus mereka dahulukan dalam segala hal.

Grace semakin mempercepat langkahnya dengan senang tak terkendali, rasanya sudah lama sekali dirinya tak menginjakan kaki dipantai dan menghirup udara segar seperti saat ini, jadi Grace tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali.

Kale menghentikan langkah mereka sejenak, menatap Grace yang memprotes karena Kale yang menghentikan langkahnya. "Aku punya syarat."

"Syarat apa?" tanya Grace dengan tak sabar, Kale telah berhasil membuatnya gelisah karena membuang waktu mereka yang berharga.

"Cium aku. Lalu kau bisa segera kesana."

Kale tersenyum penuh kemenangan ke arahnya. Grace mendengus dan memukul lengan Kale ringan karena pria itu memanfaatkan situasi dan tentu saja membuat Grace sangat sulit untuk menolaknya. Dengan gerakan cepat, Grace berdiri menghadap Kale yang telah menunggu, tangan Grace memeluk leher Kale dan memberikan kecupan dibibirnya, Grace berniat untuk menarik diri sebelum Kale dengan cepat langsung menahan pinggang nya dan langsung menciumnya dengan panas, lidah pria itu membelit lidahnya dan menciumnya dengan cukup lama. Seolah Kale akan segera kehilangan kendali jika saja Grace berhasil melepaskan tubuhnya, mengambil nafas sebanyak-banyaknya sebelum Kale berakhir menidurinya kembali jika Grace tak menahan nya.

My Friend's Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang