Langkah Grace perlahan namun pasti saat dirinya keluar dari lift dan membawanya ke loby apartemen yang terlihat cukup ramai. Saat kakinya melangkah keluar dan mengedarkan padangan ke sekeliling juga tak jauh berbeda, jalanan sangat ramai oleh pejalan kaki ataupun kendaraan yang berlalu lalang untuk ke tujuan nya masing-masing. Malam minggu memang menjadi malam teramai seolah-olah semua orang berlomba untuk pergi bersenang-senang dan tidak hanya berdiam diri dirumah saja.
Grace memutuskan untuk menunggu Niva di sebrang jalan yang bertepatan dengan halte yang cukup ramai orang-orang yang menunggu bis-bis untuk datang dan membawa mereka di dalamnya. Grace berinisiatif untuk menunggu Niva, karena seperti biasa dan sama seperti Joy, Niva akan memarahinya karena Grace selalu membuat mereka menunggu lama. Jadi sekarang, Grace berusaha untuk tepat waktu, bahkan menunggu hingga Niva menjemputnya. Grace juga sudah menolak dengan keras kepala saat Paul, anak buah Ken yang biasanya mengantar ataupun menjemput dirinya selama ini. Paul terlihat cemas saat Grace menolaknya, karena Paul takut kepada Ken yang akan memberinya hukuman karena tentu saja itu perintah dari Ken.
Namun Grace berhasil membuat Paul yakin bahwa hidupnya akan baik-baik saja dan Grace akan menyelamatkan nya dari amukan Ken nantinya.
Saat Grace menghadap ke samping, tatapan matanya melihat seorang pria tinggi tegap dan sangat tampan sudah duduk di sebelahnya dengan tenang, bahkan Grace tidak tau kapan pria itu datang dan berada di sebelahnya, karena sejak awal Grace memutuskan untuk menunggu Niva disini, pria itu belum terlihat.
Atau mungkin Grace saja yang tidak memperhatikan, karena keadaan disini cukup ramai. Batin nya.
Grace cukup terkejut saat pria itu secepat kilat menoleh ke arahnya juga, merasa sedang ditatap oleh seseorang membuat pria itu membalas tatapan Grace dengan tersenyum ramah.
"Hai.."
Pria itu menyapa Grace dengan ramah dengan senyum lembut yang mempesona, membuat Grace melihatnya dengan alis terangkat. Pria ini mungkin memang tampan, tapi entah kenapa semenjak dirinya menyesatkan dan menenggelamkan diri kepada Ken membuat dirinya tidak tertarik untuk menggoda pria lain selain Ken, bahkan saat pemandangan matanya di suguhkan oleh keindahan wajah seorang pria yang tak bisa di deskripsikan karena begitu indahnya. Namun Grace tersadar oleh sesuatu.. pria di sebelahnya hampir mirip dengan Ken. Seolah merasa aneh dan beranggapan bahwa dirinya mungkin saja berhalusinasi dan sedikit merindukan Ken, jadi setiap pria tampan yang dilihatnya jadi seperti mirip Ken.
Grace tidak menanggapi dengan ramah sapaan pria di sampingnya nya itu. Matanya hanya melirik sekilas sebelum kemudian mengalihkan tatapan nya ke depan dan tidak menatap pria di sampingnya lagi. Mengabaikan bentuk salam perkenalan apapun yang hendak di lakukan pria itu.
"Maaf jika kau terganggu.." suara pria itu kembali terdengar, saat Grace seolah mengabaikan nya dan menganggap nya tidak ada.
Dengan wajah jutek dan tak bersahabat, Grace kembali menatap pria tampan itu tanpa senyuman, sangat berbanding terbalik dengan pria itu yang selalu menatap Grace dengan senyuman manis nya yang bisa membuat semua wanita meleleh di detik pertama ketika melihatnya, kecuali Grace.
"Aku ingin mengenal mu, tapi aku akan membatalkan nya karena kau tampak tidak tertar-"
"Apa kau selalu mengajak orang asing berbicara?" sahut Grace sinis dan memotong perkataan pria itu secepat kilat dan tak berbasa-basi.
Pria itu bukan nya tersinggung oleh pertanyaan kasar Grace, justru malah tersenyum semakin lebar dan terlihat semakin menawan. Grace harus membentengi dirinya jika tidak mau masuk perangkap pesona pria misterius itu.
"Sebelumnya tidak pernah.. aku hanya berfikir mungkin saja kau mau berkenalan karena kau menatapku duluan."
Grace berdecih mendengar jawaban pria itu yang menurutnya terlalu percaya diri. Dirinya melihat ke arah pria itu karena posisinya yang berada di sampingnya, bahkan tidak menatapnya begitu lama sampai pria itu menoleh ke arahnya juga. "Aku melihatmu karena aku punya mata, dan jangan terlalu percaya diri, tidak semua orang harus berkenalan dengan mu." balas Grace angkuh dan berniat untuk pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Friend's Husband
RomantikMenjatuhkan pilihan kepada seseorang yang salah, lalu memilih melanjutkan dan menjalani nya. Cinta yang dipaksakan begitu nyata sehingga membuat Grace harus menyakiti perasaan wanita lain nya. Grace dan Ken memulai semuanya dengan sadar, lalu merek...
