Mata Grace menatap mata gelap Kale yang juga tengah menatapnya tajam. Grace tersenyum miring saat mengunci tatapan Kale dan menyadari bahwa pria itu semakin bergairah kepadanya. Grace menyadari bahwa situasi ini berjalan di luar prediksinya, Kale yang bernafsu dan seolah ingin memangsanya tidak ada di dalam fikiran nya sebelumnya, terlebih saat pria itu memilih menggunakan wajah aslinya, tidak bersikap seperti saat mereka pertama kali bertemu. Wajah yang selalu di penuhi senyum itu kini lenyap tak bersisa, hanya menyisakan wajah dingin dan terkesan angkuh yang selalu di tampilkan nya setiap saat.
Grace sesungguhnya tidak mengerti mengapa mereka bisa berakhir seperti sekarang, di atas ranjang besar itu dengan posisi yang sangat-sangat intim. Sejenak Grace berfikir keras dan berusaha mengulur waktu, oleh karena itu Grace hanya terus diam saat Kale berusaha melangkah lebih jauh kepadanya, Grace dengan otaknya yang dipaksa untuk berfikir cepat dalam mengambil keputusan sekarang harus mengubah-ubah strateginya dalam hitungan detik yang singkat. Sikap Kale yang seperti ini diluar dugaan dan membuat Grace kebingungan untuk mengambil langkah apa, dan sebenarnya tidak menyiapkan strategi untuk sikap Kale yang seperti ini. Kebingungan diantara memilih merespon dan membiarkan pria itu semakin bernafsu padanya, atau justru melawan dan menantang Kale sebagaimana mestinya.
Lalu seolah pikiran alarm bawah sadarnya bergejolak dan mengatakan untuk menampar Kale yang berani bersikap kurang ajar kepadanya saat ini dan memutuskan untuk menangis ketakutan, berteriak lalu kabur dari tempat ini, meskipun opsi untuk kabur sebenarnya tidak akan semudah itu.
Kale semakin mengikis jarak di antara mereka. Namun Grace yang masih bisa berfikir dan mengikuti kata hati untuk menolak setiap sentuhan yang di berikan Kale pun mengambil alih. Dengan sekuat tenaga, Grace mendorong jauh Kale yang hanya beringsut sedikit karena dorongan nya, tubuh pria itu terlalu kuat dan kokoh, tenaga nya tidak ada apa-apanya. Lalu dengan secepat kilat sebelum Kale bisa menahan nya, Grace sudah menuruni ranjang.
"Apa yang akan kau lakukan?"
Grace yang berhasil turun dari ranjang besar itu, perlahan-lahan memundurkan langkahnya ke belakang dengan sikap tenang. Kale memperhatikan setiap langkahnya, mendengus mengejek dan kemudian menyusul Grace untuk turun dari ranjang. Pergerakan Kale cukup membuat Grace waspada dan ketakutan, tapi lagi-lagi Grace harus bersikap tenang untuk menghadapi pria seperti Kale.
"Bagaimana bisa wanita sempurna sepertimu berakhir menjadi simpanan nya?"
Tubuh Grace menabrak benda keras dari belakang saat dirinya terus mundur dan tanpa sadar sudah berada di sudut ruangan. Di belakangnya ada sebuah kursi dan meja rias yang sebelumnya tidak ada, entah kapan benda itu sudah tersusun rapi disan bahkan tanpa disadari olehnya. Grace kembali mencoba melirik was-was tanpa kentara, sebisa mungkin tidak terlihat takut di hadapan Kale, memilih untuk tidak bergerak saat dirinya benar-benar terpojok di depan meja rias besar itu saat ini.
Melihat posisi Grace yang seolah kalah, Kale semakin melebarkan senyum nya dengan penuh arti, tatapan nya menelisik tubuh Grace dari atas ke bawah dengan teliti dan tanpa cela.
Seperkian detik, bahkan di saat Grace masih terdiam dan tak menyadari bahwa kini Kale kembali berdiri tepat berada di depan nya. Sejenak Grace terpaku dan tak bisa berkata apapun, bahkan setelah pertanyaan Kale kepadanya yang sebenarnya tidak membutuhkan jawaban darinya.
Kale menyentuh pinggang Grace yang menegang, mengusapnya dengan lembut dan penuh hati-hati.
"Aku bertanya-tanya apa kelebihan Ken sehingga membuatmu jatuh di dalam jebakan nya." Kale berbisik lirih di telinga Grace, memastikan Grace mendengar setiap patah kata yang di ucapkan nya secara sensual.
Sebelah tangan Kale mengelus rambut halus Grace, dan sebelah tangan nya lagi semakin merapatkan tubuh mereka. Kini tubuh mereka berdua sudah tidak ada jarak, bahkan Grace bisa merasakan hembusan nafas Kale di depan wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Friend's Husband
RomanceMenjatuhkan pilihan kepada seseorang yang salah, lalu memilih melanjutkan dan menjalani nya. Cinta yang dipaksakan begitu nyata sehingga membuat Grace harus menyakiti perasaan wanita lain nya. Grace dan Ken memulai semuanya dengan sadar, lalu merek...
