Grace mengembuskan asap rokok yang tengah di hisapnya. Balutan gaun pengantin putih yang dikenakannya saat ini tampak tak membuat Grace menahan hembusan tiap asap yang keluar dari sela bibir merah itu, tidak memperdulikan bahwa bisa saja asap-asap itu akan menodai gaun putih bersih nan sakral itu.
Setelah merasa cukup puas, Grace terburu-buru mematikan rokok yang belum lama dinikmatinya, menghembuskan sisa asap terakhirnya sebelum benar-benar mengalihkan pandangan ke samping kala melihat seseorang yang sedang berjalan tenang menuju ke arahnya.
Cakara telah datang, kakak kandung laki-lakinya yang sebenarnya tidak banyak berperan penting dalam kehidupannya. Mereka tak pernah bertingkah layaknya saudara kandung. Cakara teramat meyayanginya, namun satu sisi pria itu tak pernah membuktikan ucapannya, pria itu tidak pernah sama sekali menanyakan keadaannya, dan kalimat yang mengatakan bahwa Cakara menyayanginya hanyalah kalimat penenang.
Kecuali saat ini, Grace tidak berharap banyak bahwa keluarga satu-satunya yang dimilikinya saat ini bersedia untuk mengantarkan dirinya ke depan altar, melepas masa gadisnya dan akan menjadi istri dari seorang pria beberapa saat lagi.
Grace hanya berusaha menghormati Cakara yang merupakan kakak kandungnya, memberikan informasi kepada pria itu bahwa Grace akan menikah. Tanpa di duga, ditengah kepadatan pria itu melakukan aktivitasnya, dengan murah hati justru menawarkan menggantikan peran ayahnya untuk mengiri dan mengantarnya untuk berjalan di atas altar. Menuju kepada kehidupan barunya, yang bagi Grace masih terasa mustahil.
Cakara tak akan membiarkan Grace sendirian di hari pernikahan nya, begitulah katanya. Grace tidak berharap banyak, karena Cakara memang sering kali membuatnya kecewa dengan janji-janji pria itu yang tidak pernah di tepatinya. Jadi memilih untuk memutuskan komunikasi dan menjauh dari Cakara menjadi pilihan terbaik untuknya, karena jika ingin hidupnya menjadi tenang, Grace harus menjauhi Cakara yang kerap kali membuatnya tak habis fikir dengan tingkah kakak nya itu yang selalu berhasil membuatnya kecewa.
"Hei, apa yang kau lamunkan?," Cakara menghampirinya dengan perlahan, senyum terus terkembang dari bibir pria itu saat langkahnya semakin dekat ke arah Grace. "Kau terlihat menakjubkan hari ini." Cakara melihat penampilan Grace dengan seksama, dan berdecak puas saat melihat penampilan adiknya yang terlihat tanpa cela.
Grace menerima uluran tangan Cakara, menempatkan tangan nya di antara lengan Cakara dan melangkah perlahan. "Apa kau sudah yakin? I mean, menikah dengan pria itu bukanlah opsi yang baik."
Tatapan Cakara terus memperhatikan nya, meskipun tidak pernah berperan sebagai kakak yang baik kepadanya, namun Cakara selalu berusaha memastikan bahwa dirinya baik-baik saja dan pernikahan ini tidak dilakukan oleh todongan pistol di kepala nya, memastikan bahwa Grace menyetujui pernikahan ini secara sadar dan yakin.
"Kau selalu mengatakan dia bukan pria yang baik."
Helaan nafas Cakara terdengar. Pria itu menghentikan langkahnya, menoleh ke arah Grace yang terlihat anggun dalam balutan gaun pengantin putih itu, menatap lekat mata sang adik untuk kembali memastikan sekali lagi.
"I told you. He comes from a dangerous family." Cakara memegang kedua pundak Grace, mengunci tatapan mereka saat itu. "Berurusan dengan keluarga mereka bukan ide yang bagus."
"Apa kau ingin aku membatalkan pernikahan ini?" ujar Grace langsung.
Cakra menunjuk ke arah belakang tubuh Grace, seketika wanita itu membalikan tubuhnya dan mengikuti arah yang ditunjuk oleh Cakara sebelumnya.
"Lihat.."
Tatapan Grace tertuju pada rombongan pria berbaju hitam yang datang dari salah satu pintu besi, tampilan mereka terlihat menyeramkan dengan seluruh tubuh yang dibaluti dengan warna hitam, mereka terlihat berbahaya bahkan disaat mereka hanya berjalan dengan langkah tegap dan tanpa melakukan sesuatu yang berarti. Manik matanya terhenti saat melihat Aro yang berjalan di barisan paling depan, langkah pria itu begitu tegas seolah memimpin pasukan dibelakangnya. Kemudian memerintahkan pria berbaju hitam lainnya untuk menyebar ke seluruh titik penjuru di tempat mereka berada saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Friend's Husband
RomanceMenjatuhkan pilihan kepada seseorang yang salah, lalu memilih melanjutkan dan menjalani nya. Cinta yang dipaksakan begitu nyata sehingga membuat Grace harus menyakiti perasaan wanita lain nya. Grace dan Ken memulai semuanya dengan sadar, lalu merek...
