18. The Same Person

1.4K 27 1
                                        



    "Aku benar-benar tidak bisa ikut dengan mu. Aku bisa ikut lain kali, tapi tidak sekarang."

Grace bediri di hadapan Ken dengan sedikit memelas, matanya menatap Ken dengan tatapan sendu dengan sengaja dan ingin membuat Ken mengabulkan keinginan nya. Grace harus memohon dan berakting dengan wajah yang sedih dan di buat-buat untuk menolak ajakan pria itu yang ingin mengajak nya ke Australia seperti perkataan nya tempo hari.

Ken duduk di pinggir ranjang dengan tenang, walaupun tatapan tajam nya terus mengarah kearah Grace yang berdiri di depan nya dan memperhatikan semua tingkah wanita itu.

"Tidak, kau akan tetap ikut." tolak Ken dengan tegas.

"Ayolah.. ku mohon untuk kali saja."

"Kenapa kau sangat keras kepala untuk menolak ikut, apa yang kau rencanakan? apa kau ingin bersenang-senang bersama teman-teman mu dan lebih memilih mereka daripada pergi bersamaku?"

Grace mengerjap dan tercekat saat Ken bergerak menarik pinggang nya dengan pelan, dan seketika tubuh Grace telah berada di atas pangkuan Ken yang sedang terduduk di pinggir ranjang. Dengan refleks Grace melingkarkan tangan ke leher Ken untuk menjaga tubuhnya tetap seimbang walaupun Ken tentu akan melindunginya.

"Aku lebih memilih bersama mu. Tapi aku tidak suka disana." bisik Grace ditelinga Ken dan sedikit mengecupnya, berusaha menggoda Ken karena dirinya yakin bahwa Ken tidak akan bisa menolak permintaannya dalam keadaan mereka yang cukup intim. Grace hanya memakai kemeja kebesaran Ken yang menutup tubuh telanjangnya, membuat tangan pria itu dengan bebas mengusap seluruh tubuhnya dari balik kemeja yang sedang dipakainya. Grace harus memberikan rayuan dan bersikap manja untuk mengalahkan Ken jika ingin membuatnya menang, namun jika Grace menantang dan menolaknya dengan kasar, Ken justru akan berbuat semakin menekan dan tidak memperdulikan alasan apapun yang dibuatnya.

"Kalau begitu ikutlah denganku. Aku tidak menerima penolakan."

"Tapi.."

Ucapan Grace terhenti mendadak saat Ken langsung memberikan ciuman penuh nafsu kepadanya, Grace membalas ciuman pria itu dengan lembut, membuat Ken menciumnya dengan terkendali karena balasan lembut yang diberikan Grace kepadanya, tidak menggebu seperti di awal saat Ken memulai untuk mencium nya. Lama saat mereka berciuman dengan tenang namun panas dengan suara yang memenuhi seisi kamar yang senyap dan sedikit remang, karena saat ini jam menunjukan masih dini hari saat mereka sebenarnya baru saja menyelesaikan percintaan mereka saat Ken tiba-tiba datang saat tengah malam dan membangunkan Grace dari tidur nyenyak nya.

Grace memegang kedua pipi Ken perlahan, mengusapnya dengan lembut dan dirinya merasakan bahwa Ken kembali bernafsu dalam ciuman mereka akibat gerakan nya, dengan cepat Grace melepaskan ciuman mereka, mengambil nafas sebanyak-banyaknya karena ciuman panas Ken yang cukup lama. "Aku mohon.. kita bisa bercinta dengan puas saat kau kembali nanti." tawar Grace dengan nada godaannya yang kental dan menjanjikan.

"Aku berada di Australia cukup lama dan aku bisa gila jika tidak melihat dan menyentuh mu selama itu." bisik Ken di depan bibir Grace yang terbuka dan kembali bergerak mencumbunya dengan perlahan, tangan Ken bergerak memeluk pinggang Grace dan merubah posisi mereka, merebahkan Grace di atas ranjang dan kemudian Ken menyusul di atasnya untuk menindih tubuh Grace, namun memastikan bahwa berat tubuhnya tidak menimpa Grace dan menahan nya.

Ken membuka kancing kemeja yang di pakai Grace hingga terbuka semua, menampilkan tubuh telanjang yang baru saja dinikmatinya itu, menelisik dari atas hingga bawah dan menyadari bahwa tubuh Gracee semakin indah nan menggoda.

Grace membuka kedua kakinya lebar dengan sengaja, lalu membusungkan dadanya yang menjadi sasaran Ken yang sering bermain-main disana. Ken menggeram tertahan saat melihat Grace yang menatapnya menggoda dengan kedua kaki terbuka lebar, tangan wanita itu bergerak mengusap dada telanjangnya dengan sensual, membuat Ken tidak tahan dan ingin segera menghabisi Grace yang terlah berhasil menggodanya. Kepala Ken bergerak menunduk menuju arah dada Grace dan mengecupnya, memberikan tanda kemerahan di sekitaran dada dan lehernya, kembali menambahkan tanda yang sebelumnya masih tersisa dan kembali membuat tanda yang baru.

My Friend's Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang