Kale menatap Grace yang duduk di depan nya dengan tenang. Tatapan Kale kembali menelusuri penampilan Grace yang sangat cantik. Kale memerintahkan Aro untuk menyiapkan segala keperluan Grace dengan detail termasuk baju yang saat ini dipakai wanita itu. Untuk sejenak perhatian nya teralih, penampilan Grace sukses membuatnya terpanah. Baju itu terlihat pas ditubuhnya dan bahkan menurut Kale terlihat terlalu.. seksi.
Dengan secepat kilat Kale menggelengkan kepalanya untuk membuat nya tersadar, untuk saat ini fokusnya bukan kepada penampilan Grace yang memukau, atau kepada wajah Grace yang terlihat sangat cantik bahkan ketika wanita itu tidak memakai makeup.
"Apa yang kau rasakan sekarang?"
Grace menatapnya sedikit terkejut namun rupanya wanita itu mampu menguasai ekspresinya karena pertanyaan nya barusan, seberkas sinar mengejek dimata Grace terlihat, namun hanya sesaat karena Grace buru-buru mengubahnya. "Kau menanyakan keadaan seseorang yang menjadi tawanan mu?"
"Aku hanya ingin tau bagaimana perasaan mu. Karena yang aku tau kau bukan wanita yang penurut saat terakhir kali kita bertemu."
Kale bersidekap, semakin memfokuskan pandangan nya kepada Grace yang menatapnya tanpa ekspresi, tanpa bisa di cegah, mata Kale menelusuri struktur wajah Grace yang sempurna. Mata indah dengan bulu mata lentik yang menghiasinya, hidung mancungnya yang pas membingkai wajahnya, serta bibirnya.. yang merona bahkan tanpa polesan lipstik.
Seolah-olah Grace adalah sosok yang terlalu sempurna untuk menjadi seorang simpanan.
"Aku.. tidak tau.."
"Aku tidak akan menunjukan diriku kepada Ken untuk sementara. Aku ingin dia berusaha dan kesulitan mencari dimana kau berada, aku akan membuatnya bekerja keras untuk mencarimu, lalu disaat yang tepat aku akan muncul dengan kemenangan yang sudah ada di depan mata.."
"Bagaimana kalau Ken tidak akan mencariku?"
Kale memajukan tubuhnya ke arah Grace, posisi mereka yang sebelumnya sudah cukup dekat, ditambah ketika Kale mendekatkan tubuhnya kearah Grace yang hanya mematung, kebingungan akan melakukan apa. Kale menatap mata Grace dengan jarak yang dekat, menembus mata indah itu, seolah ingin menembus kedalaman mata indahnya. "Aku pastikan dia akan mencarimu."
Nafas Kale terasa jelas menerpa wajahnya, Grace terlihat ingin memejamkan mata sebelum kemudian wanita itu menahan nya, hanya mengedipkan matanya yang indah dengan pelan. Grace merasakan hawa dingin dan panas disaat bersamaan saat Kale tidak juga merubah posisinya, wajahnya masih terlalu dekat dengan wajah Grace saat ini, bahkan mereka bisa merasakan helaan nafas masing-masing yang menerpa wajah mereka saat ini. Tangan Kale terangkat dan bergerak menyelipkan rambut Grace ke belakang telinga dengan gerakan yang sangat lembut, lalu mengusap rambutnya dengan gerakan perlahan.
"Bagaimana kau bisa yakin?"
Gerakan tangan Kale terhenti, matanya kembali menatap mata Grace yang masih menatapnya. Nafas Grace terasa hangat menerpa wajahnya, terasa jelas bahkan di saat wanita itu berbisik karena wajah mereka yang hampir tanpa jarak.
"Bagaimana aku bisa yakin?" Kale semakin menarik kursi yang sedang di dudukinya ke arah Grace, membuat tubuh mereka hampir menempel, aroma wangi tubuh Grace sangat memabukan Kale, membuat tindakan yang di lakukan nya kali ini terhadap wanita itu sebenarnya di luar rencana. "Aku merubah seluruh rencanaku karena aku sudah menemukan jawaban.. seberapa berharganya kau bagi Ken."
Tangan Kale bergerak mengusap pipi lembut Grace, mengusap perlahan dan seolah tak ingin menyakitinya. "Apa yang kau lakukan sehingga membuat Ken tergila-gila kepadamu?"
Grace menolehkan wajahnya kesamping, dimana posisi wajah Kale berada, membuat hidung mereka bersentuhan dan matanya menatap mata Kale yang sedang menatapnya dengan tajam dan gelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Friend's Husband
RomansaMenjatuhkan pilihan kepada seseorang yang salah, lalu memilih melanjutkan dan menjalani nya. Cinta yang dipaksakan begitu nyata sehingga membuat Grace harus menyakiti perasaan wanita lain nya. Grace dan Ken memulai semuanya dengan sadar, lalu merek...
