16. Choose

1.4K 26 1
                                        


Tatapan Grace menelisik dan menatap penuh waspada kepada pria bernama Kale yang ada di depan nya saat ini, jarak mereka tidak begitu jauh saat pria itu mendekatkan wajahnya untuk berbisik di hadapan Grace. Meskipun dirinya saat ini berusaha untuk terlihat kuat dan tidak gentar sekalipun kepada Kale, tapi sebenarnya Grace sangat amat takut, Grace merasa bahwa Kale akan bersikap buruk kepadanya. Namun Grace memilih untuk tetap tenang dan tidak berusaha memprovokasi Kale yang bisa memancing kemarahan pria itu yang mungkin saja akan bertindak di luar nalar. Meskipun saat ini Grace bertanya-tanya apa yang dimaksud oleh pria ini dengan mengincarnya. Debaran jantungnya terasa semakin cepat, keringat dingin memenuhi tangan nya yang terjalin.

"Ken.."

Satu nama yang berhasil membuat Grace terkejut, pikiran buruk mulai merayapi dan Grace mejadi semakin ketakutan, di antara semua kemungkinan terburuk yang hinggap di fikirkan nya. Apakah.. pria ini..

"Dia adik ku.. meskipun aku tidak tau dia akan mengakui ku sebagai kakak atau tidak."

Kale mengangkat bahunya santai dan tersenyum kecil, seolah tak akan mempermasalahkan meskipun Ken tidak menganggapnya, diliriknya ekspresi Grace yang tidak terbaca, wanita itu tidak terkejut ataupun menampilkan ekspresi yang berlebihan, membuat Kale sedikit susah menebak apa isi fikiran wanita itu. Entah Grace adalah wanita yang minim ekspresi atau karena wanita itu pintar menyembunyikan semua fikiran yang ada di dalam kepala cantiknya hingga tak memberikan kepada Kale sedikit saja kesempatan untuk menebaknya.

"Apa hubungan nya dengan aku?" Grace bertanya dengan pelan dan terlihat tak minat, meskipun berusaha sekuat tenaga menahan debaran jantungnya dan memikirkan akan bahaya apa yang datang menghampirinya saat ini.

"Aku beberapa kali melihat Ken bersama mu, jadi ku pikir kau cukup berhubungan baik dengan nya." Kale berusaha sedikit memancing Grace, berpura-pura tidak tau bagaimana hubungan mereka dan seolah hanya tidak sengaja melihat Kale yang terlihat beberapa kali bersama Gace, untuk melihat apakah Grace akan terpancing dengan nya atau tidak.

Grace memajukan tubuhnya, menantang tatapan Kale dengan tidak ada rasa takutnya.

"Dengar. Meskipun kau adalah saudara nya, ku pikir tidak semua hal harus kau urusi." balas Grace.

Kale mengangguk paham. Tersenyum kecil dengan respon Grace yang sesuai prediksinya. Ketus.

"Sebenarnya hubungan kami tidak cukup baik untuk aku terlalu mencampuri urusan nya. Tapi apakah semua orang yang melihat kalian sering bersama akan bersikap tidak perduli seperti yang aku lakukan?"

Grace terdiam sejenak, sebelum kemudian tertawa kecil dengan sinis. Tangan nya bersidekap dan menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa dengan tenang dan anggun, membuat Kale sempat membeku dengan keterpesonaan.

"Sekali lagi. Aku tidak perduli." dengan angkuh, Grace menyilangkan kakinya dan berniat hendak pergi karena debaran jantungnya mulai tak terkendali. "Sepertinya aku sudah membuang-buang waktuku karena duduk disini sementara aku harus bersenang-senang, lalu kau tiba-tiba datang dan menggangguku." lanjut Grace tak kalah sinis.

Kale kembali tersenyum dengan lebar melihat keangkuhan Grace, berusaha menyaksikan sendiri sampai mana Grace akan bersikap sombong kepadanya. Semangat Kale yang hendak akan membuat wanita itu tunduk, memelas dibawah kakinya dan menaklukan Grace dalam segala hal semakin berkobar.

"Baiklah. Kau tidak suka basa-basi ternyata. Kalau begitu, aku akan memberikan sebuah penawaran yang menarik untuk mu." Kale menjawab santai dan segera mendekat untuk memperjelas ucapan nya dan berharap Grace segera mengerti maksudnya. Tersenyum penuh misterius dan wajahnya berubah menjadi serius.

My Friend's Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang